Sambut Tahun Baru 2019, Polres Gresik Belusukan ke Bengkel Larang Pemasangan Knalpot Brong

Menjelang pergantian tahun baru 2019, jajaran Polres Gresik belusukan ke bengkel-bengkel kendaraan untuk mencegah pemasangan kenalpot brong atau tidak

Sambut Tahun Baru 2019, Polres Gresik Belusukan ke Bengkel Larang Pemasangan Knalpot Brong
SURYA/SUGIYONO
Kanit Dikyasa IPDA Darwoyo blusukan ke bengkel-bengkel motor untuk menjelaskan larangan knalpot brong, Kamis (27/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Menjelang pergantian tahun baru 2019, jajaran Polres Gresik belusukan ke bengkel-bengkel kendaraan untuk mencegah pemasangan kenalpot brong atau tidak standar.

Pengendara motor yang kedapatan melintas di jalan raya menggunakan knalpot brong juga akan langsung ditilang.

Himbauan tersebut disampaikan jajaran Satlantas Polres Gresik dipimpin Kanit Dikyasa IPDA Darwoyo terus ke bengkel-bengkel kendaraan untuk menyampaikan himbauan larangan memakai kenalpot brong.

Selain memberikan pemahaman, polisi juga menempelkan stiker yang berisikan himbauan larangan memakai kenalpot brong.

(Ifan Govinda Ungkap 2 Mimpi Buruk Herman Seventeen Saat Jadi Santri di Demak Sebelum Tsunami)

(Ditangkap Terkait Kasus Korupsi Lab FMIPA UM, Sutoyo: Saya ini Teri, Kakapnya Dibiarkan Saja)

"Setiap kendaraan bermotor yang digunakan di Jalan raya diatur dalam Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Termasuk dalam hal kebisingan suara yang termaktub dalam Pasal 48 ayat 3b," kata Kasat Lantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto melalui Ipda Darwoyo saat di bengkel Jl Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Kamis (27/12/3018).

UULLAJ Pasal 285 (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan - meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban -.

Hal itu sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (3) juncto pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan denda paling banyak Rp 250.000.

Untuk tingkat kebisingan kendaraan bermotor sendiri diatur dalam praturan menteri lingkungan hidup Nomor 7 tahun 2009.

Dalam peraturan tersebut, untuk kendaraan sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 80cc memiliki batas kebisingan 77 desibel, kapasitas mesin 80-175 cc batas kebisinganya 80 desibel, dan kapasitas mesin diatas 175cc batas kebisinganya 83 desibel.

(Pakde Karwo Raih Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan dari UMM)

(Ditangkap Terkait Kasus Korupsi Lab FMIPA UM, Sutoyo: Saya ini Teri, Kakapnya Dibiarkan Saja)

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved