Lestarikan Makanan dan Budaya Gresik, Mahasiswa UMM Adakan Festival Badhogan dan Budaya Gresik

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang beserta dengan Tim BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) menggelar Festival Badhogan dan Budaya

Lestarikan Makanan dan Budaya Gresik, Mahasiswa UMM Adakan Festival Badhogan dan Budaya Gresik
SURYA.CO.ID/SUGIYONO
Masyarakat Gresik Kota dan sekitarnya menikmati festival Badhogan dan Budaya, di Jl K.H Hasyim Asy’ari, Gresik, Minggu (30/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang beserta dengan Tim BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) menggelar Festival Badhogan dan Budaya di Jl K.H Hasyim Asy’ari - Jl Sindujoyo Kalitutup, Gresik.

Kegiatan tersebut untuk melestarikan dan mengembangkan potensi makanan dan budaya khas Gresik menjadi pariwisata.

Festival tersebut mengangkat tema 'Gresik Jaman Dahulu' dengan tagline 'Gresik Ono Roso'.

"Tema ini diambil karena sesuai dengan konsep bahasa Badhogan, yang berarti makanan dan sebuah budaya jaman dulu, yang berarti kebudayaan," kata Meidyo Lazuardi, mahasiswa ilmu komunikasi fakultas ilmu komunikasi, semester 7 UMM, Minggu (30/12/2018).

Acara yang dibuka Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Gresik Achmad Wasil Miftahul Rachman, beserta Sekretaris Kecamatan Gresik yaitu Muhammad Iswandi dan dihadiri Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM Himawan Sutanto.

Meidyo menambahkan kegiatan festival makanan khas daerah ini diangkat supaya masyarakat Gresik maupun dari luar Gresik merasakan pengalaman dan mengetahui kearifan lokal serta ciri khas kebudayaan Kota Gresik.

Dalam festival Badhogan sendiri yang berarti makanan diikuti 60 tenant atau tenda berisi booth dari pengurus RT/RW Kelurahan Kroman, Sukodono, Kramatinggil dan Pekelingan.

Tangkal Berita Hoax, Pro Jokowi Jatim Optimis Raih Suara dari Generasi Milenial di Gresik

Serta dari eksternal penjual makanan dan minuman khas dari berbagai daerah Gresik. Makanan khas yang disajikan antara lain, Nasi Krawu, Ndok-Ndokan dan Pudak.

Selain itu acara Festival Badhogan dan Budaya Gresik 2018 dimeriahkan berbagai macam penampilan kesenian daerah khas Gresik, yaitu Onomastika, Pelangi Sastra, Teater SMA Muhammadiyah Gresik, Tari Giri Sholawat, Tari Kedaton dan Paguyuban Pencak Macan.

"Makanan dan Budaya merupakan dua hal yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Dua unsur tersebut akan selalu hadir dan menjadi ciri khas dari suatu daerah yang memiliki potensi dari segi makanan maupun budaya. Kegiatan ini bisa menjadi peluang usaha makanan khas maupun budaya yang masih belum banyak dikenal masyarakat Gresik maupun yang di luar Gresik," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Gresik Achmad Wasil Miftahul Rachman, mengatakan bahwa kegiatan melestarikan kebudayaan ini sangat baik. Apalagi diadakan oleh mahasiswa.

"Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus cinta terhadap budaya dan makanan lokal, sehingga bangsa Indonesia mempunyai ciri khas dan karakter yang kuat," kata Washil.

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved