Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Bantuan Li Ka Shing - CK Hutchinson Untuk Hunian Warga dan Fasilitas Kesehatan di Palu dan Donggala

sekitar Rp 75 miliar dari Li Ka Shing Foundation - CK Hutchison Holdings untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Te

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Kondisi Kota Palu Sulawesi Tengah pasca diguncang gempa - TribunTimur 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Dana bantuan kemanusiaan senilai US$ 5 juta atau sekitar Rp 75 miliar dari Li Ka Shing Foundation - CK Hutchison Holdings untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, sampai akhir Desember 2018 telah terpakai lebih dari 90 persen.

Mayoritas dana tersebut, sekitar Rp 63 miliar digunakan untuk membangun hunian sementara (Huntara) yang tersebar di tiga site di Palu yakni di Petobo, Pacuan Kuda, dan Universitas Tadulako. Sebagian dana lainnya dipakai untuk pengadaan fasilitas kesehatan di rumah sakit (RS) di Palu dan fasilitas pengolahan air bersih berkapasitas 10 liter/detik di daerah Kawatuna, Palu.

"Kami mendapat laporan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai pengelola dana bantuan Li Ka Shing - CK Hutchison bahwa penggunaan dananya sudah terserap dengan baik. Semoga dengan fasilitas hunian sementara dan beberapa fasilitas kesehatan yang disediakan dapat membantu masyarakat Palu-Donggala untuk bangkit menjalani hidup yang lebih baik lagi," jelas Rianti Ang, Chief Executive Officer (CEO) Hutchison Port Indonesia (HPI), di Jakarta.

Untuk pengadaan huntara, ditargetkan akan dibangun sebanyak 48 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 35 unit sudah hampir rampung. Huntara yang dibangun untuk para korban bencana ini mayoritas berada di site Petobo yaitu 33 unit.

Telat, Pengerjaan Proyek Stadion Tuban Sport Center Senilai Rp 58 M Didenda Rp 406 Juta

Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji Larang Pemkot Tambah Tenaga Khusus untuk Urus Dana Kelurahan

PCNU Jember Resmi Nyatakan Penolakan Tambang Silo di Jember

Sementara site Pacuan Kuda 10 huntara dan site Universitas Tadulako ditargetkan 5 Huntara. Wilayah Petobo merupakan salah satu daerah yang terparah menjadi korban gempa dan tertimbun lumpur (likuifaksi). Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat sekitar 744 unit rumah di Petobo yang tertimbun lumpur akibat gempa bumi pada 28 September 2018 lalu.

Rianti juga menyampaikan apresiasinya terhadap PT SMI yang telah berhasil menyalurkan bantuan dari Li Ka Shing - Hutchison Holdings. Bantuan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Li Ka Shing - Hutchison Holdings untuk berkontribusi bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selama bertahun-tahun, Hutchison Holdings telah menjadi bagian dari kemajuan Indonesia dengan mengembangkan sejumlah usaha yang berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Diantaranya bisnis pengelolaan terminal petikemas melalui PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Petikemas Koja, bisnis telekomunikasi melalui Hutchison 3 Indonesia (Tri) serta Watsons CK, perusahaan ritel yang fokus pada produk kesehatan dan kecantikan.

"Hutchison Holding memiliki komitmen jangka panjang untuk ikut menjadi bagian penting dari kemajuan Indonesia. Kami percaya dengan iklim investasi yang positif, perekonomian Indonesia akan terus membesar sehingga kualitas hidup masyarakat juga akan semakin meningkat," kata Rianti.

Pada 5 Oktober 2018 Pendiri CK Hutchison dan pendiri, Li Ka Shing sudah menyumbang dana US$ 5 juta yang diserahkan secara simbolis oleh Rianti Ang, Chief Executive Officer (CEO) Hutchison Port Indonesia (HPI) mewakili Hutchison Group kepada Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam acara peluncuran SDG’s Indonesia One Platform.

Pada saat peluncuran SDG’s Indonesia One, Menkeu mengatakan pendiri CK Hutchinson dan Li Ka Shing sudah menyumbang dana US$ 5 juta yang ingin dimasukkan kedalam SDG’s Indonesia One. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan mengoperasikan SDG’s Indonesia One ini. Dana ini dialokasikan sebagai dana bantuan korban bencana di Palu dan Donggala. Dari total dana bantuan senilai US$ 5 juta tersebut, sebesar US$ 2 juta berasal dari CK Hutchison Holdings (CKHH) dan US$ 3 juta dari Li Ka Shing Foundation.

CK Hutchison Holdings (CKHH) adalah perusahaan multinasional yang beroperasi di lebih dari 50 negara dengan karyawan melebihi 300.000 orang di seluruh dunia.

Li Ka Shing Foundation (LKSF) yang didirikan pada tahun 1980 telah menginvestasikan lebih dari HK$20 miliar untuk inisiatif pendidikan, layanan kesehatan dan penelitian secara global.

Li Ka Shing telah mendeskripsikan bahwa inisiatif filantropisnya seperti memiliki putra lain dalam keluarga. Li juga terus menyerukan perubahan paradigma di kultur Asia terkait budaya memberi, dengan cara mengalokasikan lebih banyak kekayaan dan usaha untuk modal sosial sehingga bisa membawa harapan lebih banyak dan masa depan yang lebih cerah kepada masyarakat dunia yang membutuhkan.

Selain bantuan dana senilaii USD 5 juta itu, CK Hutchison Holdings juga turut memberikan bantuan lain berupa 120.000 paket tisu basah atau senilai Rp 800 juta dari Watsons Indonesia, obat-obatan dari Hutchison Ports Indonesia (HPI) melalui anak perusahaannya PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan peluncuran program donasi Hutchison 3 Indonesia (H3I) #PaluDonggalaBangkit.

“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian murni kepada mereka yang membutuhkan, sekaligus komitmen Hutchison Holding untuk membantu para korban bencana agar bisa segera bangkit dan menjalani kehidupannya secara normal kembali,” kata Rianti saat pemberangkatan bantuan dari CK Hutchison Holdings Indonesia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved