PCNU Jember Resmi Nyatakan Penolakan Tambang Silo di Jember

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menyuarakan keputusan resminya menolak wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambang

PCNU Jember Resmi Nyatakan Penolakan Tambang Silo di Jember
sri wahyunik/surya
Warga Silo melakukan long march dari gedung dewan ke Pemkab Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menyuarakan keputusan resminya menolak wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok Silo, Jember. Keputusan resmi PCNU ini disampaikan kepada media di Kantor PCNU Jember, Senin (7/1/2019).

Ada lima poin yang disampaikan oleh PCNU Jember terkait penolakan terhadap IUP dan IUPK Blok Silo tersebut.

Pertama, PCNU Jember menolak rencana pertambangan Blok Silo. Kedua, PCNU Jember mendukung tokoh dan warga NU Silo yang menolak rencana pertambangan Blok Silo. Ketiga, mendesak Menteri ESDM mencabut Keputusan Menteri ESDM Nomo 1802K/30/MEM/2018 tentang Wilayah Izin Usaha Pertambangan dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus Periode 2018.

Keempat, mendesak GUbernur Jawa Timur untuk membatalkan rencana lelang pertambangan Blok Silo. Kelima, mendesak Bupati Jember dan DPRD Jember untuk segera membuat regulasi anti pertambangan di Jember.

"Pernyataan sikap ini setelah mempertimbangkan kuatnya penolakan tokoh dan warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Silo terhadap rencana pertambangan Blok Silo. Mempertimbangan pendapat pakar tentang potensi terjadinya bencana lingkungan, eskalasi konfilk lahan, rusaknya ekosistem, ancaman pada pertanian, dan ancaman bencana ekologis," kata Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab kepada TribunJatim.com, Senin (7/1/2019).

Cerai dengan Istrinya, Pria dari Malang Ini Tega Setubuhi Anak Kandungnya Sampai Lima Kali dan Hamil

Kasus Prostitusi Online Artis, Mucikari yang Ditangkap Disebut Punya Pelanggan Hingga Mancanegara

Deddy Corbuzier Tanggapi Kasus Artis Terjerat Prostitusi Online, Akui Pernah Ditawar Rp 2 Miliar

Tambahan pertimbangan yang dipakai PCNU Jember adalah keputusan Bahtsul Masail pada 14 November 2018 tentang pertambangan haram hukumnya manakala berdampak pada kerusakan, terjadinya bencana pada lingkungan, eskalasi konflik lahan, rusaknya ekosistem, ancaman pada lahan pertanian, dan ancaman bencana ekologis.

Gus Aab menegaskan kembali, PCNU Jember selalu mendukung sikap warga dan tokoh masyarakat Silo yang menolak tambang.

"Kami akan selalu mendukung sikap warga dan tokoh NU di Silo yang konsisten menolak pertambangan di Blok Silo. Dan sampai saat ini masyarakat Silo masih khawatir dan takut jika pertambangan itu tetap dilaksanakan," tegas Gus Aab kepada TribunJatim.com.

Pernyataan sikap PCNU Jember itu ditandatangani oleh jajaran rais dan tahfid PCNU Jember, yakni Rais PCNU Jember KH Muhyidin Abdusshomad, Khatib PCNU Jember Harisuddin, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan Sekretaris PCNU Jember Abdul Hamid Pujiono.

Seperti diberitakan, tahun 2018, Menteri ESDM mengeluarkan keputusan perihal wilayah izin usaha pertambangan di Indonesia tahun 2018. Salah satunya WIUP di Blok Silo Kabupaten Jember.

Munculnya Blok Silo di lampiran Menteri ESDM itu membuat warga Silo resah, terutama warga yang berada di empat desa di sekitar Blok Silo.

Mereka pun ramai-ramai menyuarakan aspirasi penolakan kawasan pertambangan tersebut. Puncak aspirasi itu disampaikan dalam aksi demonstrasi oleh ribuan warga Silo ke DPRD dan Pemkab Jember akhir tahun 2018. Tidak hanya aksi, warga Desa Pace juga hampir menghakimi warga negara asing dan staf Dinas ESDM Provinsi Jatim yang masuk ke desa tersebut juga di akhir tahun 2018. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved