Inaplas Sebut Isu-isu Plastik Hambat Datangnya Investasi ke Dalam Negeri

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia menilai isu plastik dapat menghambat datangnya investasi ke dalam negeri.

Inaplas Sebut Isu-isu Plastik Hambat Datangnya Investasi ke Dalam Negeri
Shutterstock
Ilustrasi air mineral 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menilai isu-isu plastik yang terjadi saat ini dapat menghambat datangnya investasi ke dalam negeri.

Padahal investasi yang diharapkan menopang perekonomian tersebut dapat digunakan untuk membangun industri hulu yang selama ini bahan bakunya 95 persen masih impor.

Wakil Ketua Umum Inaplas, Budi Susanto Sadiman mengatakan, sampai saat ini industri hulu di dalam negeri tidak banyak, hanya sekitar tiga atau empat saja industri besarnya.

Ubah Kursi Plastik Jadi High Class, Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Ciptakan Kursi Kuda

Musim Liburan, Sampah Botol Plastik Hasil Penukaran Tiket Suroboyo Bus Tumpuk Capai 250 Kg Per Hari

"Dari total itu, ada dua yang akan meningkatkan double kapasitas. Nah kemudian, ada satu proyek senilai 10 miliar dolar. Ini agak sedikit terganggu akibat isu-isu plastik tersebut," katanya kepada TribunJatim.com, Rabu (9/1/2019).

Padahal, lanjut Budi Susanto Sadiman, investasi tersebut jika direalisaikan dapat menekan agar industri plastik dalam negeri tidak terlalu mengimpor bahan baku dan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) serta supaya devisa negara tidak berkurang.

"Hal inilah yang tidak dilihat oleh orang-orang. Kami membangun itu sebagai upaya untuk tidak terlalu impor baku. Untuk itu, mohon dipartisipasi secara keseluruhan dengan minimal tidak berbuat sesuatu yang membuat kondisi tidak kondusif," lanjutnya.

Mengenal Furnitur Gaya Scandinavian dan Industrial yang Tak Pernah Luntur dan akan Terus Berkembang

OPPO Mulai Fokus Sasar Pasar Ponsel Segmen Menengah ke Atas

Budi Susanto Sadiman juga menambahkan, isu-isu plastik sebenarnya memberikan dampak terhadap pengurangan pendapatan sekitar 15 persen, terutama industri yang memproduksi produk sekali pakai.

Menurutnya, isu-isu plastik itu dasarnya tidak rasional dan malah dampaknya menuju self-distraction.

Mulanya untuk kelestarian lingkungan malah merusak lingkungan.

4 Kecanggihan Kamera OPPO R17 Pro ‘Size the Night’, Dapat Menangkap Gambar Tajam Meski di Malam Hari

Di Tahun Politik, Aspadin Proyeksikan Industri Air Minum Dalam Kemasan Tumbuh Positif Double Digit

"Lalu cukai plastik dari kebijakan pemerintah yang diberlakukan untuk memperoleh pendapatan tambahan, tetapi malah rugi. Padahal banyak yang ingin investasi malah tidak jadi. Untuk itu, jangan sampai terpancing yang berakibat pada kondisi ekonomi kita," pungkasnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved