Hitech Mall Jadi Mal UKM dan Gedung Seni, Pedagang Hitech Mal Ajukan Petisi ke Pemkot

Ikon Hitech Mal Surabaya sebagai pusat perdagangan IT terbesar akan lenyap. Ini seiring dengan berakhirnya masa pengelololaan Hitech Mall di bawah

Hitech Mall Jadi Mal UKM dan Gedung Seni, Pedagang Hitech Mal Ajukan Petisi ke Pemkot
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Aksi unjuk rasa pedagang di Hitech Mall Surabaya pada Selasa (20/2/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ikon Hitech Mal Surabaya sebagai pusat perdagangan IT terbesar akan lenyap. Ini seiring dengan berakhirnya masa pengelololaan Hitech Mall di bawah PT Sasana Boga akan berakhir pada April 2019. Gedung empat lantai itu akan berubah fungsi.

Mal yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa itu akan diambil alih pengelolaannya kepada Pemkot Surabaya. Sebab, gedung megah itu adalah menjadi bangunan aset pemkot setelah masa pengelolaan Sasana Boga berkahir.

Mal yang hampir semua lantianya khusus stan barang elektronik itu akan diambil alih oleh Pemkot Surabaya. Perjanjian hak guna usaha PT Sasana Boga itu berakhir tahun ini setelah 30 tahun mengelola Hitech Mal.

"Pemkot akan mengambil alih Hitech Mal setelah gedung diserahkan. Selanjutnya akan jadi sentra UKM dan gedung kesenian,"

kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Ekawati Rahayu, Jumat (11/1/2018).

Berdasarkan perjanjian dengan Pemkot Surabaya, gedung dibangun pihak ketiga bukan pemkot. Gedung yang tuntas dibangun pada 31 Maret 1989 itu digunausahakan oleh PT Sasana Boga. Masa penggunaan gedung itu Selama 30 tahun. Masa perjanjian berakhir pada Maret 2019 nanti.

Saat ini, proses menuju penyerahan gedung Hitech mal kepada Pemkot tengah berlangsung. Sekitar November 2018 kemarin dilakukan pertemuan Pemkot dan Sasana. Pembicaraan dilakukan untuk memikirkan keberlangsungan sekitar 500 pedagang. Jumlah stan atau kios sekitar 350.

Yayuk, panggilan akrab Maria Ekawati Rahayu, menuturkan bahwa sudah ada rencana Pemkot memfungsikan aset itu untuk pengembangan ekonomi kerakyatan. Seluruh gedung eks-Hitech Mal itu akan diperuntukkan bagi UKM.

5 Tips Memilih Buah Durian

Raffi Ahmad Traktir Farewell Dinner Para Artis di Jepang Sampai Rp 40 Juta, Nagita Slavina: Murah

Daftar 6 Artis yang Dipanggil Polda Jatim Terkait Kasus Prostitusi, Ada 2 Finalis Puteri Indonesia

"Semua UKM binaan Pemkot akan menempati Hitech Mal. Bukan pedagang yang saat ini berada di Hitech Mal. Sebab para pedagang itu adalah urusannya dengan Sasana. Bukan dengan Pemkot;" tandas Yayuk.

Ratusan pedagang Hitech Mal tersebut mulai menempati mal sejak tahun 1990-an. Mereka menyewa setiap stan atau kios dengan harga sewa (investasi) antera Rp 15 juta - Rp 50 juta sesuai ukuran. Rata-tata stan berukuran 3x4 meter.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved