Dimediasi KBO Reskrim Lamongan, Perseteruan Kades Kemlagilor dengan Warga Berakhir Manis

Upaya mediasi yang dilakukan Polres Lamongan antara warga Berasan, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang berseteru deng

Dimediasi KBO Reskrim Lamongan, Perseteruan Kades Kemlagilor dengan Warga Berakhir Manis
surya/Hanif Manshuri
Warga Dusun Berasan Desa Kemlagilor Kecamatan Turi Lamongan saat menggeruduk ke Polsek Turi, Kamis (10/01/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Upaya mediasi yang dilakukan Polres Lamongan antara warga Berasan, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang berseteru dengan Kepala Desanya, Sholikin, akhirnya membuahkan hasil.

Perseteruan warga dengan kades ini semula dipicu rebutan aset, Pasar Berasan dan tanah kas desa.
Bahkan Kades Sholikin sampai membawa masalah ini ke tangan penegak hukum polisi.

Wargapun melawan, sekitar 100 orang melurug ke Polsek Turi, Kamis (10/01/2019) hingga muncul insiden pengusiran terhadap 11 wartawan oleh Kapolsek Turi, AKP Nur Fadhilah.

"Hasilnya damai. Pasar tetap dikelolah warga Berasan," kata Pujiantoro, Penasehat Hukum warga kepada TribunJatim.com, Sabtu (12/01/2019).

Pasar tetap dikembalikan haknya ke dusun, karena belum ada aturan lega formal yang mestinya ada di Perdes

"Sejauh ini legal formal itu belum ada," ungkap Pujiantoro kepada TribunJatim.com.

Terkait dengan tanah kas desa, sementara bisa dikelola sekaligus hasilnya untuk dusun.
Dengan catatan bahwa tanah kas itu memang aset desa.

Managemen Persebaya Beri Sinyal Akan Ada Pemain Rekrutan Baru Ikut Latihan

Sosok 2 Finalis Puteri Indonesia yang Sudah Dipecat 2 Tahun Lalu, Apa Penyebabnya?

Baby Shu Geram Namanya Disebut-sebut dalam Daftar Saksi Prostitusi Online, Saya Tidak Akan Takut

"Pak Kades Sholikin juga mencabut laporannya yaitu, enam warga yang dilaporkan kades ke polisi," kata Pujiantoro.
Mediasi yang berujung dengan hasil yang indah ini juga tidak lepas peran KBO Reskrim Polres Lamongan, Iptu Supriyanto yang turut menjadi 'wasit' saat mediasi dilakukan."Hasilnya apik," kata Supriyanto.

Hasil mediasi berujung damai ditandai dengan surat pernyataan Kepala Desa Kemlagilor, Sholikin yang mencabut pengaduannya dan tidak akan menuntut warganya, baik pidana maupun perdata.

Diujung perdamain itu diwujudkan dengan saling jabat tangan diantara mereka yang berseteru dengan disaksikan, Pujiantoro, PH warga dan Iptu Supriayanto, sang mediator dari Polres Lamongan.

Diberitakan sebelumnya, 100 warga melurug Polsek Turi akibat pengaduan kades terhadap warganya yang dipicu rebutan aset.

Bagi warga Berasan, Pasar Dusun itu harga mati pengelolaannya oleh warga dusun. Sementara Kades Sholikin atas nama pemerintahan desa ingin menertipkan semua aset desa.(TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved