Rumah Tak Terkunci, Dua Tamu Ini Temukan Nenek dari Jombang Tewas Membusuk dengan Tangan Terikat

Rumah Tak Terkunci, Dua Tamu Ini Temukan Nenek dari Jombang Tewas Membusuk dengan Tangan Terikat dan Mulut Dilakban.

Rumah Tak Terkunci, Dua Tamu Ini Temukan Nenek dari Jombang Tewas Membusuk dengan Tangan Terikat
SURYA/SUTONO
Mayat perempuan tua yang diduga korban pembunuhan saat dievakuasi oleh petugas Polres Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Warga Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, dihebohkan penemuan mayat perempuan tua di dalam rumahnya, Sabtu (12/1/2019).

Saat ditemukan, mayat yang diketahui bernama Endang Pujiastutik alias Nely (75), dalam kondisi tewas membusuk, dengan tangan terikat dan mulut dilakban (ditutup pita perekat).

Diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, karena kedua tangan terikat dan mulut dilakban.

Namun polisi belum bisa memastikan karena melakukan autopsi.

16.000 Pemilih Pemula di Jombang Berpotensi Gagal Nyoblos Saat Pileg dan Pilpres

Adalah Johanes (52) warga Surabaya, dan Harjono (67), warga jalan Pajajaran, Malang, yang kali pertama menemukan mayat korban.

Ketika itu kedua orang tersebut bermaksud bertamu di rumah korban.

Saat memanggil nama korban beberapa kali, lama tidak ada jawaban.

Kedua orang itu lantas masuk, karena pintu rumah korban tak terkunci.

Warga Jombang ini Sulap Kayu Bakar di Hutan Jadi Kerajinan Keren Bernilai Ekonomi

Kedua tamu kaget melihat nyonya rumah (Nely) tergeletak di lantai dalam kondisi tak bernyawa, dengan tubuh membusuk dikerubuti lalat dan belatung.

Kedua tangan korban terikat dan mulutnya tertutup lakban.

Selanjutnya, kedua orang tersebut melapor ke Polsek Peterongan.

Polisi yang datang segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RSUD Jombang guna autopsi.

Kapolsek Peterongan AKP Sugiyanto, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

Namun belum bisa merinci lebih jauh sebab-sebab kematian, meskipun saat ditemukan tangannya terikat dan mulut tertutup lakban.

"Kami masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, termasuk menunggu hasil autopsi dari rumah sakit," kata Sugiytranto.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved