Pembelajaran Sejak Dini, Siswa SD di Gresik Belajar Lingkungan di Sekitar Sungai Brantas

Manager Pendidikan Lingkungan Ecoton mengatakan, pembelajaran tentang lingkungan untuk siswa SD dilakukan agar mereka dapat mencintai lingkungan.

Pembelajaran Sejak Dini, Siswa SD di Gresik Belajar Lingkungan di Sekitar Sungai Brantas
SURYA/SUGIYONO
Siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik belajar tentang lingkungan bersama Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton, Minggu (13/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) mengajarkan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik untuk belajar tentang lingkungan.

Manager Pendidikan Lingkungan Ecoton, Andreas Agus mengatakan, pembelajaran tentang lingkungan untuk siswa SD dilakukan agar mereka dapat mencintai lingkungan sejak dini.

Pengajaran pengetahuan menjaga lingkungan kepada siswa SD sejak dini merupakan hal penting agar para siswa bisa lebih menjaga lingkungan dan memanfaatkan secara maksimal untuk kelestarian lingkungan.

Inovasi Berbeda, Pedagang Gresik Ini Buat Pudak Mini, Produksi 100 Pudak Tiap Harinya

Sungjae BTOB Live 12 Jam Maraton Gegara Kalah Main Batu Gunting Kertas dengan Changsub

"Pengenalan tentang lingkungan kepada siswa SD sangat penting, hal ini untuk melestarikan lingkungan hidup secara jangka panjang," kata Andreas, Minggu (13/1/2019).

Beberapa hal yang dipelajari siswa SD yaitu mengenal keanekaragaman hayati di bantaran Sungai Brantas, mengenal potensi flora dan fauna daerah Wringinanom, belajar morfologi tumbuhan dan menyadarkan siswa pentingnya menyayangi/melestarikan tumbuhan dan hewan.

"Dengan cara ini, kita bisa melestarikan lingkungan dengan baik, sehingga ke depannya anak-anak dapat menjadi generasi lingkungan," imbuhnya.

2 Pick Up Tabrakan di Jalur Pantura Gresik-Lamongan, Bagian Depan Kendaraan Ringsek

Angin Puting Beliung Juga Terjang Karangbinangun Lamongan, 21 Rumah Alami Kerusakan, 3 Pohon Tumbang

Sementara Miftakhul Muzdalifah, guru pendamping menyatakan, model pembelajaran langsung di alam ini dilakukan untuk mengenalkan peserta didik ke kondisi lingkungan di lapangan.

"Setelah belajar tadi, ternyata bisa dikembangkan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah. Sebagai contoh melakukan pengenalan tentang ekosistem dan interaksi flora dan fauna menggunakan bantaran sungai sebagai objek pembelajaran," kata Miftakhul Muzdalifah.

Siswa dan siswi melakukan identifikasi jenis-jenis daun, bunga, serangga yang ada di bantaran Sungai Brantas.

Sekolah di Gresik Belum Siap Gelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Smartphone

Hadapi Pelaksanaan USBK, Sejumlah Sekolah di Kota Malang akan Tambah Daya Listrik

Para siswa diajak mengamati, mengenal ciri-ciri dan manfaat tanaman.

"Ada manfaat yang dapat diperoleh anak yaitu mengembangkan skill tentang lingkungan, lancar berbicara, terampil dan tegas mengambil keputusan. Melatih attitude atau sopan santun terhadap lingkungan," imbuhnya.

Selian itu juga melatih keberanian menjadi pemimpin dan menumbuhkan keterampilan menggambar dan mengenal lingkungan.

Puncak Musim Tanam, Dirut PT Petrokimia Gresik Sarankan Petani Pakai Sistem Pemupukan Berimbang

"Intinya, sejak dini anak-anak harus dikenalkan dengan lingkungan sekitar, sehingga akan tumbuh empati dan kepedulian terhadap kondisi alam," katanya.

Sementara itu, Andreas Agus mengatakan, bencana yang terjadi saat ini karena manusia mengabaikan kelestarian alam dan hanya mengutamakan kepentingan manusia. (Surya/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved