Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Sebut Masterplan Penanganan Banjir Belum Terealisasi Maksimal
Agar Sidoarjo tidak menjadi langganan banjir, pemerintah dan semua pihak harus melaksanakan program penanggulangan banjir sesuai masterplan.
Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Agar Sidoarjo tidak menjadi langganan banjir, pemerintah dan semua pihak harus benar-benar melaksanakan program dan berbagai rencana penanggulangan banjir sebagaimana masterplan yang sudah ada.
Demikian kata Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Taufik Hidayat Tri Yudono, Selasa (22/1/2019).
Dia mengatakan, masterplan penanganan banjir Sidoarjo itu sudah tersusun sejak tahun 2015.
"Artinya, cara dan upaya sudah ada. Hanya saja, karena masterplan tersebut belum dilaksanakan secara maksimal, sehingga banjir tetap terjadi seperti sekarang ini," kata Taufik.
• Banjir Tiga Hari tak Surut, Warga Perumahaan Griyo Mapan Kecamatan Sedati Sidoarjo Mengeluh
Pihaknya menilai, program-program di dalam masterplan itu banyak yang belum terwujud.
Seperti penyediaan rumah pompa dan pompa air di berbagai titik rawan banjir untuk penanganan darurat, yang dinilai belum maksimal dilaksanakan.
Lalu tentang solusi jangka menengah dengan normalisasi sungai dan pengerukan saluran air, juga disebut belum optimal.
Buktinya, normalisasi sungai besar seperti Kali Buntung dan Sungai Sidokare belum berjalan maksimal.
• Temui Ratusan Deltamania, Saiful Ilah Janji segera Dapatkan Sponsor Baru untuk Deltras Sidoarjo
"Sedangkan jangka panjang, ada program pembangunan embung di titik langganan banjir seperti Jabon, kota, dan wilayah Bungurasih. Itu juga belum terlaksana dengan baik," sambung dia.
Karena itu, pihaknya mendesak kepada pemerintah untuk lebih maksimal lagi dalam menjalankan program-program terkait penanggulangan banjir.
Hal itu dilakukan agar banjir tidak menjadi langganan setiap musim hujan tiba.
• Sempat Terseret hingga 10 Meter, Abdul Rozak dan Legini Selamat dari Terjangan Longsor Mojokerto
Sebelumnya, beberapa wilayah di Sidoarjo sempat terendam banjir.
Sejak Jumat (18/1/2019) malam lalu, sejumlah wilayah di Kota Delta terendam banjir pasca hujan deras yang mengguyur dalam waktu cukup lama.
Kebanyakan, daerah yang kebanjiran ada di wilayah Sidoarjo Utara.
Hingga Selasa (22/1/2019), sejumlah wilayah yang kebanjiran sudah mulai surut.
• Kisah Legini yang Tubuhnya Sempat Terseret dan Terbenam Lumpur Saat Tanah Longsor Terjang Mojokerto