Pakde Karwo Usul Data Center Indonesia Incorporate, Penyedia data yang Bisa Dipertanggungjawabkan

Data Center ini bisa menghasilkan keuangan dengan menjual data, daripada memperoleh laporan dari penyelia yang berpotensi timbulkan fraud

Pakde Karwo Usul Data Center Indonesia Incorporate, Penyedia data yang Bisa Dipertanggungjawabkan
Istimewa
Pakde Karwo, saat menggelar acara Silaturahmi dengan Jajaran BUMD Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (30/1) malam. 

TRIBUNJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mengusulkan adanya pembangunan Data Center Indonesia Incorporate.

Langkah ini dinilai sebagai langkah revolusi data dalam era digital 4.0.

Usulan tersebut disampaikan Pakde Karwo, saat menggelar acara Silaturahmi dengan Jajaran BUMD Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (30/1) malam.

Pakde Karwo yang hadir bersama Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi itu menjelaskan, konsep yang ditawarkan tersebut bukan berbentuk mall pelayanan publik. Tetapi lebih menawarkan soal data-data.

(Pakde Karwo Terus Dorong Pendidikan Vokasi demi Hadapi Era Revolusi Industri 4,0)

“Nanti bisa akan ada Dinas Pendapatan Bidang Penjualan Data dengan adanya Data Center Indonesia Incorporate,” ujar Pakde Karwo.

Lebih lanjut Pakde Karwo  menjelaskan, Data Center Indonesia Incorporate ini perlu dilakukan karena saat ini Indonesia, termasuk Jatim, memasuki dunia baru, sehingga semua melakukan proses digitalisasi.

Data Center ini bisa menghasilkan keuangan dengan menjual data yang bisa dipertanggungjawabkan, daripada memperoleh laporan penyelia yang bisa terjadi fraud (kecurangan).

“Karena orang ketemu orang itu bisa menimbulkan bahaya. Jadi bukan penataan terhadap struktur, tetapi perubahan struktur baru di dalam sistem trading industri,” jelasnya.

(Pakde Karwo Berharap Keuangan Daerah Tak Memicu Retaknya Hubungan Bupati/Wali Kota dengan Wakilnya)

Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo mengapresiasi para pelaku usaha yang menerapkan good corporate governance, yakni satu model manajemen swasta yang dilakukan.

Menurutnya, saat ini terdapat perubahan besar. Bukan saja perusahaan menawarkan sesuatu dengan marketing yang kuat, tetapi sebuah perusahaan harusnya mengecek permintaan seperti apa.

“Itu yang dinamakan supply chain. Justru yang menjadi bagian permintaan itu bukan penawaran atas produk-produknya,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, istri Gubernur Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si mengatakan, 10 tahun mendampingi Gubernur Jatim, banyak hal yang telah diperoleh.

Hal ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan untuk bisa berbakti kepada masyarakat Jatim.

Halaman
12
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved