Penerapan Tarif Bagasi Ditunda, Komisi V DPR RI : Tunggu Hingga Ada Hasil Kajian Dari Kemenhub RI

Penerapan Tarif Bagasi Ditunda, Komisi V DPR RI : Tunggu Hingga Ada Hasil Kajian Dari Kemenhub RI.

Penerapan Tarif Bagasi Ditunda, Komisi V DPR RI : Tunggu Hingga Ada Hasil Kajian Dari Kemenhub RI
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Anggota komisi V dpr ri, Bambang haryo saat konferensi pers di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bambang Haryo, Anggota Komisi V DPR RI mengatakan, penerapan tarif bagasi yang telah diberlakukan beberapa maskapai penerbangan di Indonesia, ditunda.

Pernyataan yang disampaikan politisi Partai Gerindra itu mengacu pada notulensi hasil rapat sidang komisi V bersama Kemenhub RI pada Selasa (29/1/2019) kemarin.

Penundaan penerapan biaya bagasi itu diterapkan hingga menunggu hasil kajian lebih lanjut dari Kemenhub RI.

Itu setelah menimbang usulan dan aspirasi dari masyarakat yang diakomodasi oleh asosiasi penerbangan di Indonesia.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Datangi Bandara Juanda, Inspeksi Bagasi Berbayar Lion Air

"Ditunda dulu, tidak boleh diterapkan, nunggu kajian tentang besaran tarif yang disetujui oleh kemenhub," katanya saat ditemui awak media di Cafe Bangi Kopitiam Jalan Walikota Mustajab, Surabaya, Kamis (31/1/2019).

Penundaan ini dirasa Bambang Haryo sangat tepat.

Pasalnya, ia masih sering mendengar keluhan dari masyarakat saat melakukan sidak di berbagai Bandara yang ada di Indonesia.

Jelang Pengenaan Bagasi Berbayar oleh Citilink, Begini Tanggapan Penumpang di Bandara Juanda

"Saat di Solo, Jakarta, Surabaya. Warga mengeluh gak punya uang lebih, sulit cari ATM untuk ambil uang, malah ada yang gak terima saat ditarik biaya," lanjutnya.

Menurutnya, sebagai besar masyarakat mengeluhkan jumlah besaran harga yang dipatok maskapai, per kilogramnya seharga Rp 35 Ribu.

Pada sebuah kasus yang ditemuinya di lapangan, ada seorang penumpang yang memiliki jumlah barang yang sangat banyak.

Harus membayar biaya bagasi lebih mahal dibanding harga tiket penerbangannya.

"Harga tiket pesawat satu jutaan, kemarin bawa barang beratnya 65 kilogram, saat ditotal jadinya bayar dua kali lipat harga tiket pesawat, ya kasihan," tukasnya.

Ia kembali menegaskan, biaya bagasi yang diterapkan oleh maskapai penerbangan di Indonesia harusnya lebih murah daripada harga tiket pesawatnya.

"Saya tidak terima soal ini, sudah kami rapatkan di komisi bersama Kemenhub dan sudah diputuskan kemarin Selasa dan pihak maskapai sepakat," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved