Rumah Politik Jatim

Ada Buku SD sebut NU Organisasi Radikal, Waketum PP GP Ansor Angkat Bicara

Sebuah buku panduan belajar untuk Kelas 5 SD yang menyebutkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai satu organisasi radikal sempat jadi polemik.

Ada Buku SD sebut NU Organisasi Radikal, Waketum PP GP Ansor Angkat Bicara
SURYA / GALIH LINTARTIKA
Foto Waketum PP GP Ansor, Moh Haerul Amri 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Sebuah buku panduan belajar untuk Kelas 5 SD yang menyebutkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai satu organisasi radikal sempat jadi polemik.

Waketum PP GP Ansor Moh Haerul Amri turut angkat bicara.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen DPP GP NasDem ini mengkritik keras pembuatan buku ini. 

“Menyebut NU sebagai organisasi radikal adalah kesalahan fatal, baik yang dilakukan oleh penulis maupun Kemendikbud yang memberi ijin penerbitan buku. Bayangkan saja, buku tersebut diajarkan di sekolah dasar bahwa NU adalah organisasi radikal. Maka ini jelas bagian dari stigma negatif yang dibangun terhadap organisasi NU," katanya, Kamis (7/2/2019) siang.

(24 Desa di Bojonegoro Antre Fogging Gratis dari DPW NasDem Jatim, Awalnya hanya Tambah 12 Desa)

(Hina Nahdlatul Ulama, Penceramah di Kabupaten Malang DIlaporkan GP Ansor ke Polisi)

Pria yang akrab disapa Amri itu meminta pengarang buku harus bertanggung jawab.

Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas tentang motif dan latar belakang penulisan dan penerbitan buku tersebut.

"Seharusnya sebelum ditulis dan diterbitkan difilter lagi. Buku yang ditulis adalah buku pelajaran sekolah dasar, tidak sembarangan menuliskan diksi, kalau sudah seperti ini, bisa menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Ia pun berharap, mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk Kemendikbud agar ke depan lebih teliti dalam menentukan penulis dan memberi ijin penerbitan buku-buku pelajaran sekolah.

(Surya dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Siapkan Kolaborasi Lewat Cross Pathnership)

(Melaju ke Pileg DPR RI, Dossy Iskandar Konsolidasi dengan 500 Kader Struktural NasDem di Jombang)

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Kemendikbud yang berjanji akan menarik buku tersebut dalam jangka waktu dekat," ucap pria yang juga mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil Jatim II, Pasuruan - Probolinggo.

Ia juga menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat bisa tenang dan arif dalam menyikapi polemik yang terjadi ini. Tetap tenang.

Jangan sampai hal-hal seperti ini membawa suasana yang dapat menimbulkan kegaduhan.

"Biarkan Kemendikbud melakukan evaluasi agar menarik seluruh buku yang beredar itu. Kami akan mengawal terus. Kalau tidak segera ditarik, kami akan menempuh jalan lain," tutupnya.

Reporter: Surya/Galih Lintartika

(Lewat Program Menanam, Nasdem Jatim Bagikan Ribuan Tanaman Seledri Pada Warga Kediri, Hargai Petani)

(Kasus DBD Tinggi, DPW Nasdem Jatim Lakukan Fogging Gratis di Bojonegoro)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved