Anggap Rugikan Negara, Anggota DPR RI Bambang Haryo Kritik Mega Proyek LRT Palembang

Anggota Banggar dan komisi V DPR-RI, Bambang Haryo mengatakan, mega proyek LRT Palembang tidak memiliki asas manfaat untuk rakyat di Sumatera Selatan.

Anggap Rugikan Negara, Anggota DPR RI Bambang Haryo Kritik Mega Proyek LRT Palembang
yoni Iskandar/Tribunjatim
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo saat berkunjung ke kantor Harian Surya, Kamis (31/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan yang telah rampung beberaa bulan lalu untuk kepentingan Asean Games, kini menuai kritikan.

Anggota Banggar dan komisi V DPR-RI, Bambang Haryo mengatakan, mega proyek LRT Palembang tidak memiliki asas manfaat untuk rakyat di Sumatera Selatan.

Proyek tersebut dinilai Bambang Haryo tidak terkoneksi dan tidak terintegrasi dengan Terminal Bus, Pasar Rakyat, Pelabuhan dan stasiun kereta Api.

“LRT Ini hanya terkoneksi dengan Bandara dan Mall yang mana penggunaannya hanya untuk orang-orang menengah ke atas,” Kata Bambang Haryo, Jumat (8/2/2019)

Padahal lanjut politisi Gerindra ini, LRT ini dibangun dengan uang rakyat melalui APBN, sementara pengeluaran per hari pada LRT itu ditaksir sebesar Rp1,6 Milyar dan perbulan sebesar Rp15 Milyar, hanya untuk listrik saja, pemerintah juga harus menanggung biaya besar  lantaran  pengusul LRT Palembang lepas tanggung jawab dengan menolak memberikan subsidi.

DPRD Surabaya Belum Sepakat Soal Pembangunan LRT di Surabaya

Madura United Akan Jadi Lawan Ketiga Uji Coba Timnas U-22, Berikut Jadwal dan Lokasi Pertandingannya

Terkait Ucapan Yang Gaji Kamu Siapa, Bawaslu RI Pastikan Panggil Menkominfo Rudiantara Hari Senin

Apalagi, kata Bambang, Negara harus membayar hutang kepada China yang menanggulangi 75% pembiayaan pembangunan LRT, dan hal tersebut merupakan pemborosan yang sangat besar.

“Lah ini dibangun Investor, tetapi kita yang disuruh bayar hutangnya, ini artinya bahwa Rakyat telah dibodohi,” Tegas Bambang.

Proyek yang sama seperti LRT Palembang dan Jakarta juga akan dibangun di 5 kota di Indonesia, diantaranya Medan, Batam, Bandung, Surabaya dan Makassar.

Selain didukung APBN, lanjut Bambang proyek ini juga didukung penuh oleh APBN, serta ditopang China Development Bank (CDB) yang masuk dalam konsorsium PT Kereta Api Cepat Indonesia-Cina termasuk BUMN China.

Namun kata Bambang Haryo, jika dibangun lagi di 5 kota, ini sama halnya dengan merugikan Negara, karena dengan melihat perbandingan yang ada di Palembang, Sumsel, maka daerah yang akan dibangun LRT bisa bangkrut.

Untuk itu, menurut Bambang, jika 1 LRT itu seharga Rp 10,9 Trilun, maka bisa sama dengan 150 rangkaian kereta api (rolling stock), terdiri dari 1 rangkaian, 1 lokomotif dengan 30 gerbong barang atau 1 lokomotif dengan 10 gerbong penumpang, yang tiap rangkaiannya seharga Rp 60 milyar, jauh lebih murah.

"Bila kita manfaatkan 150 rangkaian kereta atau train set untuk pulau jawa dan Sumatera, Lanjut Bambang, maka ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan pesat, baik logistik maupun penumpang akan terakomodir dan ini juga untuk antisipasi double track," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved