Guru Matematika di Lamongan ini Diduga Lakukan Pencabulan Terjadap Beberapa Siswa Pria

Dunia pendidikan kembali tercoreng. AG, seorang guru sekolah menengah atas kejuruan (SMK) Negeri di Lamongan harus berurusan dengan aparat kepolisian

Guru Matematika di Lamongan ini Diduga Lakukan Pencabulan Terjadap Beberapa Siswa Pria
Net.
Ilustrasi pencabulan. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dunia pendidikan kembali tercoreng. AG, seorang guru sekolah menengah atas kejuruan (SMK) Negeri di Lamongan harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran berbuat cabul terhadap sejumlah siswa, sesama lelaki.

Oknum guru ini diduga melakukan perbuatan cabul di rumah kediaman terduga di dalam kota Kecamatan Lamongan.

Modus yang diterapkan AG, sang guru matematika ini adalah, dengan menghubungi siswa untuk ke rumahnya karena ada penambahan pelajaran.

Para siswa yang dihubungi AG, tak sedikitpun menaruh curiga jelek apapun. Dan memenuhi panggilan AG.
Anehnya, mereka para siswa yang mengaku menjadi korban kenakalan AG ini tidak diajak ke rumah AG, namun diajak ke rumah kontrakan.

"Pak guru itu biasanya minta ditemani saat rumahnya sepi, karena istrinya sedang keluar," kata sumber TribunJatim.com.

Siswa 'yang dibutuhkan' itu kemudian diajak ke rumah AG di Perumahan. Ditempat ini siswa tidak mendapat pelajaran tambahan, namun ditambahi pelajaran yang tak pantas.

Kebakaran Gudang Tisu di Pungging Mojokerto, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 1 Miliar

VIDEO: Rekonstruksi Pembunuhan Bos Laundry, Satreskrim Polrestabes Surabaya: Ada 41 Adegan

Miliki Sabu-sabu, Perempuan Bojonegoro Ditangkap Bersama Tiga Pria

Dugaan ulah nakal AG yang sudah beristri dan belum dikaruniai anak ini sebenarnya diketahui sudah lama dan baru dilaporkan ke polisi oleh korban.

Penyidik sudah memintai keterangan lima siswa yang diduga menjadi korban AG.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat dikonfirmasi wartawan, Selasa (12/02/2019) mengatakan, pihaknya sudah memintai keterangan pihak - pihak terkait.

"Kita sudah panggil para pihak," kata Norman kepada Tribunjatim.com.

Kepala Sekolah SMKN 1 Lamongan, Tri Waluyo dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (12/02/2019) siang mengatakan, pihaknya sudah mengambil sikap tegas terhadap AG terkait masalah ini.

"Sudah saya laporkan ke Cabang Dinas," katanya.

Dan AG kini sudah tidak mengajar lagi di SMKN 1 Lamongan. Mulai 29 Januari 2019 kasusnya mencuat, dua pekan ini AG untuk sementara dinas di Dindik Cabang Jawa Timur di Lamongan.

"Sambil menunggu proses selanjutnya, " katanya.

Data yang ada menunjukkan, di tempat yang baru ini, yang bersangkutan tidak mendapat jabatan apapun. AG sebagai staf di Dindik Cabang Jatim di Lamongan.(TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved