Pasien DBD di RSUD dr Sayidiman Magetan Naik 2 Kali Lipat, Dirawat di Lorong, Tapi Belum Masuk KLB

Pasien DBD di RSUD dr Sayidiman Magetan Naik 2 Kali Lipat, Dirawat di Lorong, Tapi Belum Masuk KLB.

Pasien DBD di RSUD dr Sayidiman Magetan Naik 2 Kali Lipat, Dirawat di Lorong, Tapi Belum Masuk KLB
SURYA/DONI PRASETYO
Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di sal anak sampai dirawat dilorong lorong, begitu juga pasien dewasa di RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Dalam dua bulan ini pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat hingga dua kali lipat.

Ironisnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, belum menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB), bahkan data yang dimiliki instansi kesehatan terkesan seadanya.

"Saya tidak mengerti, kapan KLB ditentukan Dinkes dan pemerintah setempat. Tapi dari definisi lama, KLB itu minimal ada tiga, salah satu, terutama peningkatan jumlah pasien penyakit tertentu yang signifikan.

Kemudian kematian yang meningkat dua kali lipat. Itu sudah masuk KLB," kata Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Sayidiman dr Yunus Mahatma Andre SpPD kepada TribunJatim.com, Selasa (12/2-2019).

Sandy Janjikan Petani Singolangu Magetan Bikin Instalasi Air Sepanjang 8 Km

Minim Darah, PMI Cabang Magetan Terancam Kolaps

Pasien DBD, lanjut Mahatma, yang dirawat di RSUD dr Sayidiman ini dalam satu bulan ini meningkat dua kali lipat dan sesuai kreteria, ini sudah masuk KLB, karena peningkatan jumlah pasien yang terjangkit virus dengue itu.

"Pasien DBD yang masuk RSUD dalam satu bulan ini sejak akhir Januari 2019 sampai awal Februari 2019 ini dalam satu bulan meningkat dua kali lipat, dan itu sudah masuk KLB. Itu menurut saya. Kalau menurut Dinkes itu belum KLB, kami tidak tahu," jelas Mahatma.

Dikatakan Mahatma, sejak November 2018 hingga awal Februari 2019 ini, pasien DBD yang dirawat di RSUD dr Sayidiman total berjumlah 350 orang.

5 Aksi Jokowi Saat Kunjungi Ngawi & Magetan, Minum Kopi Harga Rp 8000 hingga Singgung Jualan Gibran!

Jumlah sebanyak itu dirawat di ruang anak dan penyakit dalam.

"Kapasitas ruangan dan pasien yang harus dirawat yang datang jumlahnya meningkat dua kali lipat. Sehingga sebagian dirawat di lorong lorong, tapi pelayanan kesehatan sama, antara yang di lorong dan ruangan. Yang terpenting kami tidak menolak pasien," kata Mahatma.

Dari seluruh pasien DBD yang dirawat di RSUD dr Sayidiman, seluruhnya bisa disembuhkan.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved