Sepanjang Tahun 2018, Mal Pelayanan Publik Banyuwangi Layani 218.345 Dokumen Warga

Sepanjang 2018, tercatat 218.345 penerbitan berbagai macam dokumen dan izin telah dilakukan oleh Mal Pelayanan Publik Banyuwangi.

Sepanjang Tahun 2018, Mal Pelayanan Publik Banyuwangi Layani 218.345 Dokumen Warga
SURYA/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berada di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, Rabu (13/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Kehadiran Mal Pelayanan Publik Banyuwangi terus dirasakan masyarakat Banyuwangi.

Sepanjang 2018, tercatat 218.345 penerbitan berbagai macam dokumen dan izin telah dilakukan oleh mal pelayanan publik pertama di Indonesia yang didirikan oleh pemerintah kabupaten tersebut.

”Ikhtiar membikin mal pelayanan publik telah mampu meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada warganya. Ke depan, berbagai fasilitas juga akan kami tambah, sehingga masyarakat semakin nyaman ketika berurusan dengan pemerintah,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Rabu (13/2/2019).

Infrastruktur Kian Memadai, Alas Purwo Geopark Banyuwangi Makin Diminati

Saat ini, Mal Pelayanan Publik Banyuwangi telah mengintegrasikan 199 jenis layanan dalam satu lokasi, baik layanan pemerintah kabupaten maupun instansi terkait.

Layanan yang bisa didapatkan mulai administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan kematian, kartu identitas anak, KTP, dan Kartu Keluarga; beragam jenis izin, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, PDAM, pembayaran retribusi daerah, PLN, pengurusan paspor, hingga layanan keamanan pangan dari BPOM.

“Ruang pelayanan juga akan kami perluas, termasuk ruang bermain anak kami lengkapi, sehingga orang tua bisa nyaman mengasuh anak sambil mengurus dokumen yang dibutuhkan. Di lantai dua ke depan kita fungsikan sebagai pusat kreativitas anak muda,” kata Abdullah Azwar Anas.

Gelar Diskusi Publik di Banyuwangi, KPI Gali Aspirasi tentang Pengawasan Konten di Media Sosial

Saddil Ramdani Tak Dapat Izin, Indra Sjafri Protes Pahang FA Lepas Tiga Pemainnya ke Timnas Malaysia

Untuk memeratakan pelayanan ke seluruh Banyuwangi, dalam tiga bulan ke depan juga bakal dioperasikan Unit Pelayanan Publik di Pasar Genteng Wetan di wilayah selatan Banyuwangi.

”Banyuwangi adalah daerah terluas di Pulau Jawa. Kami sedang menyiapkan satu lagi model mal pelayanan publik, tapi dengan ruangan yang lebih kecil, di Pasar Genteng Wetan. Ini bagian dari pemerataan kualitas pelayanan publik, sehingga warga yang jauh dari pusat kota merasakan layanan dalam standar yang sama dengan warga di kota,” papar Abdullah Azwar Anas.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Choiril Ustadi menjelaskan, dalam sehari rata-rata ada 910 warga yang mengurus berbagai macam dokumen di mal pelayanan publik.

99 Banyuwangi Festival Diluncurkan, 30 Persen Atraksi Bidik Wisatawan Milenial

Banyuwangi Kembali Jadi Satu-Satunya Kabupaten Peraih SAKIP Nilai A

“Ada yang mau bikin izin mendirikan bangunan, izin usaha kesehatan, izin usaha perdagangan, KTP, KK, SIM, dan sebagainya,” ujar Ustadi.

Ustadi mengatakan, mal pelayanan publik memang mampu meringkas alur pelayanan.

Misalnya ketika mengurus Izin Mendirikan Bangunan, dulu harus pergi ke dua dinas, yaitu izinnya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, lalu meminta keterangan rencana tata kota (advice planning) ke Dinas Tata Ruang. (Surya/Haorrahman)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved