Mahfud MD Sebut Ada Upaya Mengadu Domba Rakyat dan Ganggu Pileg-Pilpres

usai menjadi narasumber acara 'Dialog Suluh Kebangsaan; Meneladani Nasionalisme Religius Ulama Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asyari', di Stasiun KA Jomba

Mahfud MD Sebut Ada Upaya Mengadu Domba Rakyat dan Ganggu Pileg-Pilpres
Surya/Sutono
Mantan Ketua MK Mahfud MD saat menjadi narasumber pada acara 'Dialog Suluh Kebangsaan; Meneladani Nasionalisme Religius Ulama Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asyari', di Stasiun KA Jombang. 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut, saat ini banyak upaya mengadu domba rakyat dan upaya mengganggu pemilu legislatif serta pemilu presiden.

Padahal tujuan pemilu itu memilih yang lebih baik dari yang ada. Sesudah itu, yang menang harus dihormati dan yang kalah harus dirangkul.

"Mereka menyeru 'jangan ini, jangan itu'. 'Itu bahaya, itu kafir, itu musuh kita'. Macam-macam. Padahal, pemilu itu memilih lebih baik dari yang ada," kata Mahfud MD kepada Tribunjatim.com, Rabu (20/2/2019).

Tengara guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu dilontarkan usai menjadi narasumber acara 'Dialog Suluh Kebangsaan; Meneladani Nasionalisme Religius Ulama Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asyari', di Stasiun KA Jombang.

Tetapi Mahfud tidak merinci siapa pihak yang berupaya mengadu domba rakyat tersebut. Dia hanya mengatakan, dirinya keliling untuk melakukan dialog kebangsaan guna membangun persatuan dan kesatuan.

Sehari Sebelum Meninggal, Ardiansyah Balita Tenggelam di Asemrowo Sempat Minta Hal Ini pada Ibunya

Lagu Kejora Bikin Luna Maya Menangis, Lesty Pernah Kelewat Sedih, Tak Kuat Melanjutkan Lagu Ini

Sopir Jual Pil Koplo, Jika Pembelinya Wanita Bayarnya Tak Pakai Uang, Tisu Ajaib Jadi Barang Bukti

Selain Mahfud, didapuk sebagai pembicara dalam acara itu, Alissa Wahid (putri Gus Dur), Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), serta Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin.

Hal senada juga dikatakan Mahfud saat berbicara di depan forum. Menurutnya, pemilu 2019 ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya, saat ini teknologi sudah dikuasai masyarakat.

Namun demikian, tidak semuanya menggunakan teknologi tersebut untuk tujuan baik. Misalnya, menggunakan teknologi untuk menyebar hoaks.

"Ada yang menyebar hoaks dengan tujuannya mengganggu pemilu. Penyebar hoaks ini orang yang memiliki kecenderungan mengganggu pemilu," ujar Mahfud kepada Tribunjatim.com
.

Mahfud menganggap, dialog kebangsaan seperti yang dilakukannya penting ditularkan dan ditiru, guna mencegah perpecahan bangsa.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved