Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Info Sehat Terbaru

INFO SEHAT TERBARU - 10 Gejala Demensia, Jadi Mudah Lupa Hingga Kesulitan Untuk Berhitung

Demensia mungkin masih asing bagi sebagian orang, tetapi bagi orang yang memiliki keluarga "berumur", demensia mungkin bukanlah hal yang baru.

Editor: Candra Setiawan
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM - Demensia mungkin masih asing bagi sebagian orang, tetapi bagi orang yang memiliki keluarga "berumur", demensia mungkin bukanlah hal yang baru.

Bila Anda pernah menonton film keluaran tahun 2004 berjudul The Notebook, Anda mungkin paham seperti apa keadaan yang membuat seluruh fungsi dan kemampuan otak menurun ini.

Maree Farrow, ahli saraf kognitif Pusat Penelitian dan Pendidikan Penyerapan Demensia di University of Tasmania mengatakan bahwa terdapat beberapa jenis demensia—kondisi paling umum dari penderitaAlzheimer—dan keadaan tumpang tindih dalam gejala dari masing-masing jenis tersebut.

TIPS CANTIK TERBARU - 7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Kulit, Cegah Keriput hingga Risiko Kanker

Bahkan walaupun menderita jenis yang sama, gejala-gejala yang muncul pun bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan dari adanya perbedaan kombinasi dari gejala-gejala yang ada.

Namun tidak ada salahnya bila kita memeriksakan keadaan ketika menemukan gejala-gejala awal seperti di bawah ini.

1. Hilang ingatan jangka pendek

Bila Anda sering lupa terhadap percakapan atau kejadian yang baru-baru ini terjadi, tetapi ingat mengenai hal-hal yang terjadi di masa lalu, bisa saja hal ini menjadi pertanda gejala awal demensia.

Bila hanya terjadi sesekali, hal tersebut masih menjadi hal yang normal. Namun bila terjadi secara berkala dan teratur, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri.

2. Sulit melakukan tugas rutin

Dr. Farrow mengatakan bahwa gejala ini menjadi tanda yang "jelas" dari demensia. "Jika kita sebelumnya sangat ahli dalam melakukan sesuatu, dan sekarang menjadi kurang bisa melakukannya, bisa saja ini sebuah tanda," ucap Dr. Farrow.

Wanita yang ahli memasak dan bertahap kehilangan keahliannya tersebut—bahkan menjadi tidak ingin masak lagi—menjadi contoh nyata dari gejala ini.

3. Masalah bahasa

Seseorang yang mengalami gejala ini akan mengalami kesulitan dalam menemukan kata yang tepat untuk dikatakan. Bahkan kejadian ini terjadi secara berulang. Semakin lama, justru semakin tidak bisa menemukannya.

"Ketika mereka berusaha untuk mengucapkan kembali kata tersebut, kata yang salah lah yang terucapkan," ungkap Dr Farrow. "Mereka mungkin ingin mengatakan 'ambilkan kentang itu,' tapi mereka mengatakan 'ambilkan apel itu'."

4. Disorientasi ruang dan waktu

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved