Kontrol Konfidensi dan Ego Pemain Jadi Pelajaran Berharga Tim Honda DBL Indonesia All Star di AS

Kontrol Konfidensi dan Ego Pemain Jadi Pelajaran Berharga Tim Honda DBL Indonesia All Star di AS.

Kontrol Konfidensi dan Ego Pemain Jadi Pelajaran Berharga Tim Honda DBL Indonesia All Star di AS
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Forwarda Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 Julian Alexandre Chalias (SMA Soverdi 1 Tuban) mampu menciptakan momentum bagi timnya dengan gerakan lincahnya di bawah ring. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jap Ricky Lesmana, Pelatih tim putra Honda DBL Indonesia All-Star 2018 mengatakan bahwa timnya bermain sangat baik dalam turnamen nasional DTermine Your Destiny di Corona, California, kemarin (24/2/2019), waktu California.

Meski demikian, ia miliki catatan penting mengapa tren perolehan angka mereka stagnan pada menit-menit akhir.

Menurutnya, pelajaran terbaik dari final ini adalah bagaimana mengontrol ego saat game ketat.

Berlatih Bersama James Hunt, Tim Honda DBL Indonesia All Star 2018 Tampak Memukau

Runner Up Turnamen Nasional di AS, Tim Putra Honda DBL Indonesia All Star 2018 Cetak Sejarah Baru

Pasalnya, tim putra All Star 2018 sempat menyamakan kedudukan, comeback setelah tertinggal belasan poin.

Tetapi, anak-anak banyak yang eksekusi tembakan terlalu cepat. Beberapa kali mereka bermain nggak pakai strategi. Ingin show-off. Ada juga yang nggak pede.

"Itu jadi boomerang buat mereka. Lagi dan lagi kita kalah dari mereka (Team DTermined, Red) saat tight game,” ujar pelatih yang berasal dari SMA Bukit Sion Jakarta.

Ditantang Ikut Turnamen Nasional di California, DBL Indonesia All-Star Harus Adaptasi Regulasi Baru

Berdasarkan rilis yang diterima pada Senin (25/2/2019), pertemuan Tim Putra Honda DBL Indonesia All-Star 2018 melawan Team DTermined di babak final itu memang sudah kedua kalinya.

Pertemuan pertama mereka terjadi saat babak penyisihan Sabtu (23/2 waktu California) kemarin.

Saat itu tim All-Star juga kalah setelah tight game yang seru. Mereka akhirnya kalah dengan skor 50-59 dengan alasan yang serupa.

Garda sekaligus kapten tim putra Honda DBL All-Star Andreas Marcellino Bonfilio (SMA St. Louis 1 Surabaya) juga mengatakan hal senada.

Menurut Marcel, tim All-Star terlalu banyak yang terburu-buru di menit akhir pertandingan.

“Banyak yang nggak sabar waktu megang bola. Buru-buru passing, buru-buru shooting. Ini jadi pelajaran buat kita biar lebih sabar kalau dapat game kayak gitu lagi,” jelasnya.

Untuk diketahui, tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dapat tampil di babak final setelah memenangkan tiga dari 4 pertandingan penyisihan. Turnamen berlangsung selama dua hari, 23-24 Februari.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved