Banjir di Jalan Letda Sutjipto Tuban, Arus Lalu Lintas Terhambat, Beberapa Sepeda Motor Mogok

Banjir di Jalan Letda Sutjipto Tuban, Arus Lalu Lintas Terhambat, Beberapa Sepeda Motor Mogok.

Banjir di Jalan Letda Sutjipto Tuban, Arus Lalu Lintas Terhambat, Beberapa Sepeda Motor Mogok
SURYA/M SUDARSONO
Jalan Letda Sutjipto mengalami banjir usai hujan mengguyur sebagian wilayah di Tuban, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Banjir yang menggenangi jalan Letda Sutjipto yang berada di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Rabu (6/3/2019), ternyata bukan hal baru.

Jalan penghubung akses dari Tuban ke Merakurak ini sudah menjadi langganan banjir apabila terjadi hujan deras.

Seperti halnya hujan yang mengguyur sebagian wilayah Tuban, Selasa kemarin, malam.

Banjir Landa 8 Desa di 4 Kecamatan di Tuban, Tinggi Banjir Setengah Meter di Jalan Letda Sutjipto

Beroperasi Maret 2024, Kilang Minyak Tuban Menjadi yang Terbesar di Indonesia dan Tandingi Malaysia

Seorang warga sekitar, Pujiana mengatakan, banjir sudah menjadi langganan di Jalan Letda Sutjipto.

Sekitar panjang 200 meter jalan tergenangi air berwarna kecoklatan, dan menjadi hambatan bagi pengguna jalan.

Banjir di jalan ini juga menyebabkan sejumlah sepeda motor mogok.

Sempat Terjadi Penolakan, Pembebasan Lahan Kilang Minyak Tuban Ditargetkan Selesai April 2019

Tren Demam Berdarah di Kabupaten Tuban selama Februari 2019 Mengalami Penurunan, Segini Jumlahnya

Kendaraan mobil juga tampak melaju pelan karena ketinggian air yang mencapai selutut orang dewasa.

"Sudah langganan ini mas, ya seperti yang terlihat," ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Tuban mengungkap fakta seringnya terjadi banjir di jalan tersebut.

Disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Tuban, Sudarmaji, banjir dikarenakan ada tiga titik temu aliran sungai di jembatan sekitar yang tidak bisa menampung volume air.

Lalu saat di titik temu air dari tiga penjuru itu meluber ke jalan, jadi bukan karena masalah drainasenya.

"Jembatan ini merupakan pertemuan tiga titik sungai, tapi volumenya kecil sehingga tidak bisa mengalir ke laut, terjadilah antrean yang meluber. Bukan masalah drainase," Terangnya belum lama ini.

Namun demikian, dia menambahkan, mengenai jembatan pertemuan tiga titik air itu bukan kewenangannya.

Melainkan kewenangan dari Dinas PU nantinya.

"Untuk pelebaran nanti kewenangan PU, bukan kami," Pungkasnya.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved