PTSL Sudah Dimulai di Trenggalek, Penerbitan Sertifikat Akan Digratiskan

PTSL Sudah Dimulai di Trenggalek, Penerbitan Sertifikat Akan Digratiskan.

PTSL Sudah Dimulai di Trenggalek, Penerbitan Sertifikat Akan Digratiskan
SURYA/DAVID YOHANES
Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin meletakkan patok, sebagai tanda dimulainya program PTSL. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin menancapkan sebuah patok di lubang tanah yang sudah disiapkan di RT13/RW5 Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, Senin (11/3/2019).

Patok itu menjadi penanda batas antara tanah milik Suyoto dan Eko Winarsih.

Tiga SD di Trenggalek Rusak Parah Terdampak Banjir Bandang

Banjir Sudah Surut, UTS Siswa SD di Trenggalek Ditunda untuk Bersih-bersih Ruang Kelas

Pemasangan patok secara simbolis ini adalah penanda dimulainya Pendataan Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di desa ini.

Gus Ipin berharap, warga memanfaatkan PTSL untuk membuat sertifikat atas tanahnya masing-masing.

"Kalau tanpa PTSL, untuk mensertifikatkan satu bidang tanah, paling tidak kita butuh biaya Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.0000," ungkapnya.

Kamar Kebanjiran, Mbah Sainah Pilih Digendong Plt Bupati Trenggalek Gus Ipin

Banjir Trenggalek, Gus Ipin Turun Langsung Pantau Warganya di Wilayah Terdampak Banjir Terparah

Sementara dengan PTSL penerbitan sertifikat tanah semuanya digratiskan.

Hanya saja butuh pembiayaan prapemberkasan, seperti pembelian materai dan pembuatan patok.

"Saya mohon Pokmas menjelaskan ke masyarakat, terkait munculnya biaya dalam pelasanaan PTSL ini. Jangan sampa ada pertanyaan, katanya gratis kok masih bayar," sambung Gus Ipin.

Lanjutnya, penerbitan sertifikat akan mencegah konflik agraria di masa mendatang.

Selain itu sertifikat bagi warga di pedesaan punya nilai strategis.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved