Setelah Terima Tali Asih, Warga Tak Boleh Garap Lagi Lahan KLHK Bakal Kilang Minyak Kabupaten Tuban

779 warga penggarap lahan KLHK, yang akan dipergunakan untuk pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) dipastikan mendapat tali asih.

Setelah Terima Tali Asih, Warga Tak Boleh Garap Lagi Lahan KLHK Bakal Kilang Minyak Kabupaten Tuban
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Penyerahan secara simbolis buku tabungan rekening bank BNI kepada warga penggarap lahan KLHK, Minggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Sebanyak 779 warga Kabupaten Tuban penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang akan dipergunakan untuk pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft dipastikan mendapat tali asih.

Namun setelah mendapat tali asih tersebut, warga penggarap lahan seluas sekitar 328 hektar di empat Desa yaitu Wadung, Mentoso, Rawasan, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu, tidak dibolehkan menggarap lahan lagi.

Project kordinator NGRR, Kadek Ambara Jaya mengatakan, setelah mendapat tali asih maka lahan tidak boleh digarap lagi, jadi harus dikosongkan.

Terkait adanya pertanyaan bagi lahan yang sudah ditanam dan belum panen, maka akan dilakukan pembahasan atau kordinasi dengan atasan.

PT Pertamina Siapkan Dana Rp 6,5 M Lebih untuk Penggarap Lahan KLKH di Proyek Kilang Minyak Jenu

"Yang sudah panen tidak boleh ditanam lagi, jadi harus dikosongkan," Ujarnya kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Dia menjelaskan, berkaitan dengan proses lahan yang sudah ditanam dan belum panen, maka akan dilakukan proses yang lebih selektif bagaimana keputusannya nanti.

Yang jelas, bagi lahan yang sudah panen maka tidak boleh lagi ditanami. Karena sudah menerima tali asih.

"Jadi yang sudah panen jangan ditanam lagi, yang sudah tanam belum panen akan kita sampaikan nanti bagaimana keputusannya," Pungkas Kadek.

Progres Kilang NGRR, Ada 779 Warga Penggarap Lahan KLHK Terima Tali Asih, Besarnya Rp 20 Juta Per Ha

Sekadar diketahui, bagi warga yang menggarap lahan KLHK per hektar mendapat tali asih Rp 20 juta. Nilai tersebut jika dikalikan luas lahan KLHK 328 hektar, maka akan mendapatkan hasil Rp 6.560.000.000.

Data yang dihimpun Surya, sebelumnya proyek NGRR akan ditempatkan di Desa Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu.

Namun karena mendapat penolakan, pembangunan akhirnya di pindahkan di Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, sesuai Penlok dari Gubernur Jatim. 

Lahan yang dibutuhkan proyek dua negara tersebut yaitu 841 hektare, terdiri dari milik KLHK 348 hektar, tanah Perhutani 109 hektar dan 384 hektar milik warga tiga desa.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved