PT Pertamina Siapkan Dana Rp 6,5 M Lebih untuk Penggarap Lahan KLKH di Proyek Kilang Minyak Jenu

PT Pertamina Persero telah menyediakan dana untuk proses tali asih bagi warga penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

PT Pertamina Siapkan Dana Rp 6,5 M Lebih untuk Penggarap Lahan KLKH di Proyek Kilang Minyak Jenu
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Penyerahan secara simbolis buku tabungan rekening bank BNI kepada warga penggarap lahan KLHK, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - PT Pertamina Persero telah menyediakan dana untuk proses tali asih bagi warga penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang ada di Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu.

Hal itu dilakukan mengingat lahan yang selama ini digarap warga akan digunakan untuk pembangunan proyek kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR), proyek antara Pertamina-Rosneft perusahaan minyak asal Rusia.

Proyek Kordinator NGRR Kabupaten Tuban, Kadek Ambara Jaya mengatakan, PT Pertamina telah menyiapkan dana untuk proses pencairan tali asih bagi warga penggarap lahan KLHK.

Nilainya seperti yang disampaikan Kabiro Umum Sekjend KLHK yaitu per hektar Rp 20 juta. Sedangkan disebutkan juga luas lahan KLHK yang digarap warga yaitu sekitar 328 hektar.

Beroperasi Maret 2024, Kilang Minyak Tuban Menjadi yang Terbesar di Indonesia dan Tandingi Malaysia

Penolakan Kilang Minyak Pertamina-Rosneft di Tuban, Jokowi: Sampaikan ke Bupati atau Gubernur

"Ya nilai itu (per hektar, red) tinggal dikalikan saja dengan jumlah luasan lahan KLHK yang digarap warga," Jawab Kadek diplomatis kepada wartawan seusai menyampaikan proses tali asih kepada masyarakat di Balai Kecamatan Jenu, Minggu (10/3/2019).

Sementara itu, Kabiro Umum Sekjend KLHK, Samidi menyatakan, nilai tali asih sudah ditentukan dan tidak asal-asalan.

Dalam keputusannya, di situ juga ada lembaga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, atau yang disingkat BPKP yang ikut menentukan nilai dari tali asih. 

Nilainya per hektar Rp 20 juta, jika ada warga yang tidak sampai menggarap satu hektar maka akan disesuaikan tali asihnya. Sedangkan untuk luas lahan KLHK yang digarap warga yaitu sekitar 328 hektar. 

"Ya satu hektar Rp 20 juta, kalau tidak sampai satu hektar ya tidak Rp 20 juta, nantinya disesuaikan dengan luasan lahan yang harus digarap," Pungkasnya.

Sempat Terjadi Penolakan, Pembebasan Lahan Kilang Minyak Tuban Ditargetkan Selesai April 2019

Dari perhitungan yang dilakukan wartawan, dengan luas lahan KLHK 328 hektar dikalikan Rp 20 juta maka akan mendapatkan hasil Rp 6.560.000.000.

Pihak Pertamina bersama KLHK meminta Kades membantu mendata identitas warganya yang menggarap lahan, guna pembuatan buku tabungan rekening BNI yang digunakan untuk proses pencairan tali asih.

Diharapkan Minggu depan setelah pertemuan hari ini, Minggu (10/3/2019), proses pencairan bisa dilakukan.

Data yang dihimpun Surya, sebelumnya proyek NGRR akan ditempatkan di Desa Remen dan Mentoso.

Namun karena mendapat penolakan, pembangunan akhirnya di pindahkan di Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, sesuai Penlok dari Gubernur Jatim. 

Lahan yang dibutuhkan proyek dua negara yaitu 841 hektare, terdiri dari milik KLHK 348 hektar, tanah Perhutani 109 hektar dan 384 hektar milik warga tiga desa.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved