Piala Presiden

Persebaya Lolos Perempat Final Piala Presiden 2019, Djanur Enggan Patok Target Muluk-muluk

Persebaya Surabaya dipastikan lolos ke babak perempat final Piala Presiden 2019 setelah berhasil menjadi Juara Grup A.

Persebaya Lolos Perempat Final Piala Presiden 2019, Djanur Enggan Patok Target Muluk-muluk
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman (kanan) jelang laga Persebaya Surabaya vs Madura United, Rabu (24/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BANDUNG – Persebaya Surabaya dipastikan lolos ke babak perempat final Piala Presiden 2019 setelah berhasil menjadi Juara Grup A.

Kepastian itu didapat setelah di laga Persebaya vs Tira Persikabo, tim Bajul Ijo menahan imbang Tira Persikabo 0-0 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Selasa (12/3/2019).

Meski lolos sebagai juara grup, Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman mengaku enggan memiliki target muluk-muluk di turnamen Piala Presiden.

Persebaya Vs Tira Persikabo, Ini Penyebab Bajul Ijo Gagal Cetak Gol ke Gawang Tira Persikabo

Jack Miller Ceritakan Detik-detik Lepasnya Jok Motor yang Membuatnya Menyerah di MotoGP Qatar 2019

Shan United Vs Persija Jakarta, Sempat Tertinggal di Babak Pertama, Persija Bungkam 3-1 Shan United

Pelatih 54 tahun itu memilih fokus di setiap tahapan.

“Sekarang masuk delapan besar, kemungkinan kami akan menjadi tuan rumah, single match. Kami akan perjuangkan itu. Kalau bisa menang kami masuk semifinal, itu saja dulu yang kami kejar, step by step. Misal nanti semifinal juga masuk, insya Allah, silakan tanya lagi target berikutnya,” terang pelatih yang akrab disapa Djanur itu usai laga Persebaya vs Tira Persikabo, Selasa (12/3/2019).

Berbeda dari Piala Presiden sebelumnya, di turnamen 2019 ini, juara grup babak penyisihan akan menjadi tuan rumah di babak delapan besar.

Apalagi dikatakan Djanur, penampilan Rendi Irwan dkk masih banyak catatan, sehingga masih banyak yang perlu dibenahi.

Persebaya Vs Tira Persikabo Berakhir Imbang, Djanur Sebut Tira Persikabo Lebih Berpeluang Menang

Arema FC Vs Persita, Menang Jadi Harga Mati Singo Edan Jika Ingin Jaga Asa Lolos ke Babak Berikutnya

Catatan ini terutama disampaikan Djanur, karena sebagian pemain baru bergabung dengan tim, baik asing maupun lokal.

Dari 24 pemain Persebaya Surabaya sejauh ini, sembilan di antaranya merupakan pemain baru, tiga di antaranya merupakan pemain asing.

“Pasti setelah ini kami evaluasi, pasti ada kekurangan, belum sempurna. Namanya juga belum terbentuk lama tim ini. Ada yang baru datang, asing, ada juga pemain lokal dari luar, walaupn tidak banyak. Tapi tetep belum solid, masih ada kekurangan sana-sini, itu akan diperbaiki dengan waktu yang ada,” tambah pelatih 54 tahun tersebut.

Meski ada evaluasi, Djanur akui secara umum di babak penyisihan ini, ia cukup puas melihat penampilan skuat asuhannya, termasuk tidak akan menambah komposisi pemain hadapi Liga 1 2019 nanti.

Hasil Persebaya Vs Tira Persikabo, Abdul Rohim Gagalkan Penalti, Skor 0-0, Persebaya Juara Grup A

Finis di Posisi 13 pada MotoGP Qatar 2019, Jorge Lorenzo: Insiden Jatuh Keras Hancurkan Pekan Bagus

“Secara umum saya cukup puas dengan penampilan pemain-pemain yang ada, jadi tidak mungkin akan bongkar-bongkar pasang pemain lagi. Kalaupun misal masih ada slot pemain asing, setelah Dutra jadi naturalisasi, mungkin kami pikirkan untuk itu,” tutur Djanur.

“Tapi secara umum, sudah baik, dilihat saja tadi kami di babak pertama hanya memainkan dua pemain asing (Amido Balde dan Manuchekhr Dzhalilov), artinya semua pemain lokal yang sudah semakin matang, itu perlu diteruskan. Penambahan itu (pemain asing) kalaupun ada, tapi belum yakin juga,” tutup Djanur.

Dengan dinaturalisasinya Otavio Dutra, maka Persebaya Surabaya baru miliki tiga pemain asing, Amido Balde, Manuchekhr Dzhaloliv, dan Damian Lizio. (Surya/Khairul Amin)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Khairul Amin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved