Terkait Dugaan Nasabah BRI yang Alami Penipuan, Polsek Mojokerto Katakan Belum Ada Laporan Masuk

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ade Warokka menyebutkan belum ada laporan terkait dugaan penipuan yang dialami nasabah BRI

Terkait Dugaan Nasabah BRI yang Alami Penipuan, Polsek Mojokerto Katakan Belum Ada Laporan Masuk
ISTIMEWA
Ilustrasi penipuan 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ade Warokka menyebutkan belum ada laporan terkait dugaan penipuan yang dialami nasabah BRI. Ade juga telah mengecek laporan ke Polsek Gedeg.

"Saya tadi cek ke jajaran Polsek Gedeg belum ada laporan," ujar Ade, Senin (11/3/2019).

Menurut Ade, seharusnya segera melapor ke polisi bila nasabah tersebut merasa menjadi korban penipuan.

"Harusnya ada laporan atau delik aduan dari nasabah," ucapnya.

Namun, Suhartoyo yang merupakan nasabah dugaan penipuan mengatakan, telah mengurus masalah ini ke Bank BRI Kantor Cabang Majapahit, Kota Mojokerto.

Namun hingga kini masalah terkurasnya saldo Suhartoyo itu belum menemui titik terang.

Setiap Hari Ada Laporan Penipuan di Sidoarjo, Kasus Properti dan Jual Beli Online Paling Tinggi

Ini Alasan Polda Jatim Belum Tahan Mahmud Caleg Nasdem di Gresik Yang Terlibat Penipuan

"Saya menanyakan kepada pihak Bank BRI Kantor Cabang Majapahit terkait apakah harus lapor ke polisi. Mereka menjawab tidak perlu karena BRI mempunyai polisi. Polisi BRI masih memproses kasus ini," timpal Suhartoyo.

Terkait masalah tersebut, Ade menjelaskan, hal itu tergantung apakata pihak Bank dan nasabah.

"Bank mempunyai aturan sendiri. Terserah korban juga, bila tak melapor tak masalah. Perihal polisi internal yang dimiliki bank saya tidak paham soal itu. Hal tersebut mengacu pada aturan perbankan sendiri atau otoritas perbankan. Tetapi nasabah punya hak untuk melaporkan kalau merasa tertipu," tandasnya.

Sementara pihak Bank belum bisa dikonfirmasi. Surya sudah berusaha datang ke Kantor Cabang Majapahit, Kota Mojokerto, namun salah satu pegawai menyarankan untuk mengkonfirmasi masalah ini ke Kantor Wilayah Surabaya.

"Bukan wewenang saya untuk memberikan konfirmasi. Saya sarankan langsung ke Kantor Wilayah Surabaya," kata pegawai itu.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved