Dimarahi Bapaknya Karena Tak Belajar, Siswa SMKN Magetan Ini Gantung Diri di Kamar Usai Salat Subuh

Dimarahi Bapaknya Karena Tak Belajar, Siswa SMKN Magetan Ini Gantung Diri di Kamar Usai Salat Subuh.

Dimarahi Bapaknya Karena Tak Belajar, Siswa SMKN Magetan Ini Gantung Diri di Kamar Usai Salat Subuh
SURYA/DONI PRASETYO
Jenazah Bahrudin (18) siswa SMKN Kartoharjo klas 1, yang meninggal setelah gantung diri menggunakan tali sepatu, dikamar ibunya, Kamis (14/3) seusai salat Subuh. dia dimakamkan di pemakaman umum. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Diduga di bully teman teman sebayanya, karena nilai ujian tengah semester (UTS) jeblok, ditambah amarah Setu, bapaknya, Bahrudin (18) siswa SMKN Kartoharjo nekad gantung diri dengan menggunakan tali sepatu yang diikatkan di kayu usuk di kamar ibunya.

"Tadi pagi, sesuai keterangan Mbak Murtini, ibu almarhum Bahrudin, masih ikut salat Subuh di surau setempat.

Namun, satu jam kemudian, Bahrudin ditemukan ibunya sudah tidak bernyawa di kamar ibunya,"kata Mahsan, paman almarhum yang ditemui tribunjatim.com, di rumah duka, seusai jenazah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat, Kamis (14/3).

Banjir Meluas, 678 Warga Magetan Mengungsi ke Sekolahan

Bongkar Pasar di Maospati, Satpol PP Pemkab Magetan Temukan Pasar Prostitusi, Bupati Beri Komentar

Almarhum, lanjut Mahsan, anak yang penurut setiap sore pasti membantu ibunya goreng goreng makanan yang akan didagangkan di warungnya.

Namun, Rabu sore kemarin, almarhum bersikap aneh, meski tidak dianggap ibunya sebagai tanda tanda, dia akan nekad gantung diri.

Rumah Pemilik Toko Emas di Magetan Terbakar, Pegawai Toko Tewas Terpanggang, Jenazah Tak Utuh Lagi

"Almarhum ini, sore kemarin saat bantu ibunya, dia minta maaf sambil menciumi pipi ibunya.Tapi Mbak Murtini (ibu almarhum), dianggap sikap yang ditunjukan Bahrudin itu bukan nganeh-anehi. Dianggap biasa dan tidak dipikirkan setelah kegiatan goreng goreng di dapurnya itu,"jelas Mahsan.

Menurut, keterangan orang rumah, seusai menjalankan salat Subuh di surau, korban sempat berpapasan dengan ibunya didapur.

Setelah itu korban tidak terlihat lagi.

"Awalnya, Bahrudin dianggap tidur lagi di kamarnya. Tapi setelah dilihat ibunya di kamar almarhum tidak ada. Ibunya berniat masuk ke kamarnya sendiri. Alangkah kagetnya, setelah dilihatnya anak bungsunya sudah menggantung, dan sudah tidak bernyawa,"katanya.

Selain UTS, kata Mahsan, Bahrudin ini punya sifat dan sikap lain yang tidak dipunyai anak anak sebayanya di lingkungan Desa Bayem Taman Wetan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, yakni sering ngamen di Magetan dan Ngawi.

"Katanya sejak dua hari lalu, bapak almarhum marah marah, karena UTS tidak pernah belajar, ditambah kegiatan ngamen tetep dilakukan. Dan itu yang membuat bapak almarhum marah. Mungkin masalah ngamen itu, bapaknya sering merasa malu kepada tetangga sekitar,"kata Mahsan.

Kapolsek Kartoharjo AKP Sini, yang dikonfirmasi membenarkan kasus bunuh diri siswa jurusan kendaraan ringan SMKN Kartoharjo itu murni bunuh diri. penyebabnya karena diingatkan orangtuanya, agar belajar.

"Sementara kematian korban, penyebab yang utama karena gantung diri. Dan kami belum menerima ada indikasi penyebab lainnya,'kata AKP Sini singkat.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved