Residivis Jambret Ponsel dan Tas Perempuan Dibekuk Polresta Kediri, Tak Jera Keluar Masuk Penjara

Penjara tampaknya tidak membuat jera WK alias Opin (30) spesialis pelaku jambret ponsel dan dompet perempuan.

Residivis Jambret Ponsel dan Tas Perempuan Dibekuk Polresta Kediri, Tak Jera Keluar Masuk Penjara
SURYA.CO.ID/DIDIK MASHUDI
Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi memperlihatkan barang bukti tersangka spesialis jambret ponsel di Mapolresta Kediri, Senin (18/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penjara tampaknya tidak membuat jera WK alias Opin (30) spesialis pelaku jambret ponsel dan dompet perempuan.

Meski pernah dijebloskan ke tahanan, namun Opin kembali beraksi lagi setelah bebas.

Akan tetapi, aksinya kembali mengantarkannya menghuni sel tahanan Polresta Kediri, Senin (18/3/2019).

Kali ini Opin mengincar ponsel dan dompet milik Galuh Liliani (26) mahasiswi warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Kediri. Saat melintas di Jalan Super Semar korban dijambret pelaku.

Petugas yang menyelidiki kasus jambret kemudian menemukan pelakunya adalah WK alias Opin warga Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Uang Hasil Mencuri Smartwatch Dibelikan Sabu-Sabu, Keburu Ditangkap Polisi sebelum Kabur ke Palu

Tersangka kemudian diringkus bersama barang bukti Samsung J 7 milik korban yang dijambret.

Modus jambret yang dilakukan Opin dengan mengendarai motor mencari sasaran di jalan raya. Pelaku biasa mengincar perempuan yang menaruh ponsel dan dompet di dasbord motornya.

Setelah menemukan sasaran pelaku kemudian mendahului sepeda motor korbannya kemudian mengambil barang yang diincar. Selanjutnya pelaku kabur meninggalkan korban.

Tersangka pernah dihukum di Lapas Tulungagung dalam kasus yang sama pada 2017. Pelaku mengaku melakukan aksinya 7 kali dengan sasaran pengendara motor perempuan yang menaruh ponsel dan dompet di dasbord motor.

Uang Hasil Mencuri Smartwatch Dibelikan Sabu-Sabu, Keburu Ditangkap Polisi sebelum Kabur ke Palu

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan, petugas telah mengamankan WK pelaku penjambretan. Pelaku baru bebas dari Lapas Tulungagung pada 11 Januari 2019.

Namun kembali beraksi lagi melakukan pencurian di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.

"Sejak keluar sampai sekarang sudah melakukan 7 kali pencurian ponsel terhadap pengendara motor perempuan. Pelaku diamankan pada 16 Maret 2019," jelasnya.

Dari pengakuan tersangka beraksi sekali di Jalan Pieere Tendean, Perempatan Jimbun 3 kali, di sekitar PG Ngadirejo dua kali sekali berhasil dan satu kali gagal dan sekali Jembatan Kras.

Pelaku beraksi mulai pukul 20.00 WIB sampai 21.00 WIB. Modusnya pelaku membututi korbannya, saat korban lengah mengambil HP dan kabur. Tersangka diancam pasal 362 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved