Meme Tuman Dimanfaatkan Polisi di Tuban Ajak Warga Tak Golput, Caranya Pasang Gambar Kapolsek Senori

Meme Tuman Dimanfaatkan Polisi di Tuban Ajak Warga Tak Golput, Caranya Pasang Gambar Kapolsek Senori yang plontos.

Meme Tuman Dimanfaatkan Polisi di Tuban Ajak Warga Tak Golput, Caranya Pasang Gambar Kapolsek Senori
SURYA/M SUDARSONO
Petugas Polsek Senori, Polres Tuban memasang baner tuman yang viral, mengajak warga tak Golput pada pemilu 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Meme Tuman yang belakangan ini viral di media sosial tak diabaikan begitu saja oleh polisi di Tuban.

Polisi dari Polsek Senori memanfaatkan meme yang terdapat dua kartun berkepala plontos itu untuk mengajak warga tak golput, pada pemilu yang akan dilaksanakan 17 April 2019.

Caranya cukup mengena bagi masyarakat di wilayah kecamatan setempat, yaitu dengan cara mengganti salah satu kartun dengan sosok Kapolsek Senori, AKP Musa Bakhtiar, yang juga sama-sama berkepala plontos.

Pilkades Serentak Tuban Memasuki Tahap Pendaftaran, Ini Jadwalnya.

KPU Tuban: Kampanye Sudah Dimulai, Tapi Belum Ada Tembusan Kegiatan

"Kita mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya agar tak Golput pada pemilu mendatang," Kata Musa kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Mantan Kapolsek Rengel itu menjelaskan, pemasangan meme tuman itu dipasang di empat titik strategis yaitu di Simpang tiga Desa Sendang, Simpang empat Desa Medalem, Simpang empat Desa Jatisari, dan Depan Mako Polsek Senori.

Pemilik Warung Sate di Kabupaten Tuban Nyambi Jual Arak, Begini Modusnya untuk Kelabuhi Petugas

Dalam meme itu juga terdapat pesan ajakan untuk mencoblos baik Pilpres, DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, dan juga DPD.

Adapun pesan ajakan dalam setiap banner yaitu Ojo lali budal neng TPS (jangan lupa berangkat ke TPS, red), Ojo Golput Berat Kowe gak sanggup, Nyoblos ae Lurrr (jangan golput berat, kamu gak sanggup nyoblos saja lurrr, red), Nyoblos itu keren, dan diakhiri kata Tuman untuk setiap baner.

"Ini merupakan kepedulian Polri agar warga menggunakan hak pilihnya, sebab ada survei yang menyebut angka Golput 30 persen lebih dari jumlah DPT yang ada. Ini yang membuat kita prihatin," pungkas perwira asal Ngawi ini.

Seorang warga Kecamatan setempat, Himawan menyatakan apa yang dilakukan Polsek Senori cukup menarik, karena membuat penasaran orang untuk melihatnya.

Sehingga orang akan dengan cermat membaca pesan yang ada di banner, terlebih sosok Kapolsek menggantikan salah satu kartun tuman.

"Ini menarik dan saya kira mengena ke masyarakat, paling tidak ada pesan ajakan kepada warga untuk memilih pada Pemilu April mendatang" Ucap warga Desa Sendang tersebut.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved