Luapan kali Lamong Genangi Ratusan Rumah Warga Gresik, BPBD Terus Gelontorkan Sembako

Banjir luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik terus menggenangi rumah warga dan lahan pertanian.

Luapan kali Lamong Genangi Ratusan Rumah Warga Gresik, BPBD Terus Gelontorkan Sembako
SURYA.CO.ID/SUGIYONO
Genangan banjir Kali Lamong menggenangi Jalan Raya Morowudi Kecamatan Cerme, Gresik, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Banjir luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik terus menggenangi rumah warga dan lahan pertanian.

Sedikitnya di hari kedua banjir luapan Kali Lamong ini sudah 6 desa yang tergenang. Terdiri dari 665 rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Tarso Sagito mengatakan, banjir Kali Lamong telah merendam beberapa desa.

Hal itu sesuai data di Pusat Pengendalian Operasi (PUsdalops) BPBD Kabupaten Gresik. luapan Kali Lamong di wilayah Kecamatan Balongpanggang sudah surut.

Kemudian air mengalir ke wilayah Kecamatan Benjeng. Diantaranya desa yang tergenang banjir yaitu Desa Sedapurklagen rumah yang tergenang sebanyak 120 rumah, Desa Deliksumber, tidak ada rumah yang tergenang banjir, dusun Ngablak Desa Kedungrukem rumah yang tergenang sebanyak 235 rumah.

Kemudian di Desa Munggugianti rumah yang tergenang sebanyak 310 rumah. Sehingga rumah warga yang tergenang banjir Kali Lamong di wilayah Kecamatan Benjeng sebanyak 665 rumah.

Data tersebut belum termasuk Pasar Desa Bulu Rejo dan halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kedungrukem juga tergenang banjir dengan kedalaman sekitar 20 sampai 30 sentimter.

Kuasa Hukum Nyatakan Kondisi Ahmad Dhani Siap Jalani Sidang di PN Surabaya

Ferry Sugeng, Pemilik UMKM Alam Batik Pasuruan, Jual Batik Rp 250 Juta Hingga Eropa

Tri Rismaharini Terbang ke Rusia Jadi Pembicara Forum Pendidikan Internasional

Begitu juga dengan SD Negeri Sedapurklagen juga tergenang sedalam 20 sampai 30 sentimeter. TK Darma Wanita tergenang sedalam 20 sampai 30 sentimeter. Selain itu, lahan pertanian di Desa Munggugianti Kecamatan Benjeng yang tergenang banjir seluas 82 hektar.

Bahkan, bantuan sembako terus diberikan kepada warga yang betul-betul terdampak banjir. Seperti di Desa Desa Deliksumber Kecamatan Benjeng yang diberi bantuan sembako sebanyak 120 paket sembako, 5 paket perlengkapan bayi dan 5 dus pakian layak pakai.

Kemudian di Desa Kedungrukem Kecamatan Benjeng diberikan paket sembako sebanyak 235 paket, 5 dus pakian layak pakai, 4 paket perlengkapan bayi. Kemudian di Desa Lundo Kecamatan Benjeng diberi paket sembako sebanyak 30 paket.

“Total untuk bantuan sembako di Kecamatan Benjeng ada 358 paket. Bantuan tersebut untuk membantu warga yang rumahnya tergenang banjir paling dalam,” kata Tarso.

Sekarang ini, BPBD Kabupaten Gresik terus memantau tinggi muka air (TMA) sehingga bisa diwaspadai adanya bahaya banjir bagi masyarakat.

“Kita selalu koordinasi dengan Muspika yang terdampak banjir dan selalu memonitoring perkembangan banjir,” katanya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Gholib yang meninjau langsung lokasi banjir di wilayah Kecamatan Benjeng mengatakan bahwa banjir kiriman dari wilayah hulu harus segera dicari penyelesaiannya, sehingga masyarakat tidak lagi berlangganan banjir.

“Tahun 2018 kemarin sudah dilakukan normalisasi sungai anak Kali Lamong. Tahun 2020 harus dinormalisasi Kali Lamongnya. Sehingga perlu dukungan masyarakat untuk pembebasan lahannya,” kata Nur Gholib dari Fraksi PPP. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved