Gelapkan Uang Perusahaan, Perempuan Muda Asal Jombang Harus Mendekam di Penjara

Petugas Polsek Jombang Kota meringkus Ratna Dwi RSW (24) kepala gudang PT SASKM, sebuah perusahaan penyalur air mineral dalam kemasan dan minyak goren

Gelapkan Uang Perusahaan, Perempuan Muda Asal Jombang Harus Mendekam di Penjara
Surya/Sutono
Polisi apit tersangka pelaku penggelapan, menunjukkan barang bukti kasus penggelapan.(sutono) 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Petugas Polsek Jombang Kota meringkus Ratna Dwi RSW (24) kepala gudang PT SASKM, sebuah perusahaan penyalur air mineral dalam kemasan dan minyak goreng (migor) Sabtu (6/4/2019).

Pasalnya, perempuan berkulit bening itu dilaporkan menggelapkan uang milik perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan Jombang Kota tersebut.

Tersangka dilaporkan oleh Sucahyadi (43), pemilik perusahaan, warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan, Jombang.

Tersangka yang warga Desa Cangkringngrandu Kecamatan Perak, Jombang ini, kini harus mendekam di sel tahanan.

Kapolsek Jombang, AKP M Suparno mengatakan, modusnya dengan sengaja mengambil uang perusahaan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Ulah tersangka diketahui saat tim audit perusahaan memeriksa pembukuan keuangan perusahaan.

Menangkan Jokowi dan NasDem di Probolinggo, Surya Paloh Ajak Simpatisan Lawan Penentang Pancasila

Ketiduran, Motor Pemilik Warkop di Jalan Manyar Gresik Raib Digondol Maling

6 Tahun Jadi Istri Jenderal, Bella Saphira Cuek Gemuk Atau Kurus, Mayangsari Komentari Foto Terkini

Saat itu, tim mendapati ketimpangan keuangan perusahaan mereka. Keungan perusahaan, imbuh Suparno, selain terus berkurang, juga terdapat ketidakseimbangan antara jumlah barang yang keluar dengan uang yang dilaporkan tersangka.

"Uang yang masuk terlalu sedikit dibandingkan nilai barang yang keluar," terang Suparno kepada Tribunjatim.com.

Setelah dicek oleh tim, lanjut Suparno, terkuak bahwa tidak semua uang hasil penjualan air mineral dan migor tersebut dilaporkan ke perusahaan.

"Yang seharusnya dilaporkan ke perusahaan banyak yang digunakan untuk kepentingtan pribadi tersangka," tutur Suparno kepada Tribunjatim.com.

Pihak perusahaan pun kemudian melaporkan hal itu ke polisi. Hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka dan kemudian meringkusnya.

Kepada Polisi, tersangka telah bekerja selama dua tahun di PT SASKM dengan jabatan terakhir kepala gudang. Tersangka bertugas mengawasi keluar masuknya barang dan pendapatan perusahaan.

Kesempatan sebagai kepala gudang inilah yang dimanfaatkan oleh tersangka untuk melancarkan aksi tidak terpujinya. Akibat perbuatannya, perusahaan mengalami kerugian Rp 6,2 juta.

Menurut Suparno, tersangka ditangkap beserta sejumlah barang bukti di rumahnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sedangkan barang bukti yang disita polisi, berupa satu keping kartu ATM BCA, daftar absensi, lima lembar nota tunai, dan satu lembar slip gaji.(Sutono/TribunJatim.com).

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved