Jelang pemilu, Dispendukcapil Kota Mojokerto Jemput Bola Lakukan Perekaman e-KTP

Menjelang Pemilu, Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto melakukan perekeman e-KTP terhadap Orang Dengan Ganggua

Jelang pemilu, Dispendukcapil Kota Mojokerto Jemput Bola Lakukan Perekaman e-KTP
danendra/surya
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau pelaksaanan perekaman e-KTP secara jemput bola Dispendukcapil, Senin (15/4). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Menjelang Pemilu, Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto melakukan perekeman e-KTP terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), difabel, lansia dan sakit permanen. Petugas Dispendukcapil melakukan Perekaman e-KTP secara jemput bola.

Kepala Bidang Pelayanan, Dispendukcapil Kota Mojokerto, Hasta Priyangga mengatakan, petugas menyisir sejumlah tempat di antaranya kelurahan, rumah sakit dan langsung ke rumah warga. Dari ketiga tempat itu, petugas berhasil merekam 24 warga difabel, lansia, ODGJ dan sakit permanen.

"Kami berhasil merekam 24 orang. Dalam dua hari target kami bisa merekam 60 orang warga difabel, lansia, ODGJ dan sakit permanen," katanya kepada Tribunjatim.com, Senin (15/4).

Hasta menyebutkan, jumlah penduduk Kota Mojokerto berjumlah 138.232 jiwa. Warga Kota Mojokerto yang wajib rekam e-KTP sebanyak 100.468 jiwa.

"Warga yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 99.798 orang. Warga yang belum melakukan perekaman berjumlah 690 orang. Warga yang belum merekam e-KTP merupakan warga yang berusia 17 tahun," sebutnya.

Salah satu warga yang rumahnya didatangi petugas Dispendukcapil Kota Mojokerto yakni Hariati (58). Sebab, salah satu keluarganya, Hasanah (60) belum melakukan perekaman e-KTP.

5 Putri Kandung Dicabuli Ayah selama 10 Tahun, Perilaku Pelaku Sehari-hari Diungkap Tetangga

Heboh Warga Desa Kalanganyar Sidoarjo Tangkap Biawak Panjang 2 Meter, Buat Resah Karena Mangsa Ayam

KPU Sumenep Ancam Pidanakan Pihak yang Memotong Honor KPPS Dengan Alasan Apapun

Hasanah belum melakukan perekaman e-KTP karena menderita gizi buruk dan gangguan jiwa. Karena penyakit itu, Hasanah hanya bisa terbaring di tempat tidur.

"Kami sudah laporan ke petugas Dispendukcapil sedari November 2018. Sebelumnya petugas Dispendukcapil sudah tiga kali mendatangi rumah, tetapi Hasanah kondisinya drop sehingga tidak jadi direkam. Ini sudah yang ke 4 kali, dan petugas tadi sudah melakukan perekaman," katanya kepada Tribunjatim.com.

Dia melanjutkan, meski hanya bisa terbaring di tempat tidur, Hasanah tetap akan menggunakan hak pilihnya. Dirinya telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat.

"Saya sudah minta tolong ke pak RT, nanti katanya petugas KPU akan datang ke rumah agar Hasanah bisa menggunakan hak pilihnya," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turut meninjau perekaman secara jemput bola yang dilakukan petugas Dispendukcapil. Ning Ita sapaan akrab Wali Kota mengatakan, selain meninjau dirinya juga mengimbau warga agar tidak golput saat Pemilu Rabu (17/4) nanti.

"Target hingga hari H pemungutan suara saya akan keliling bersama Forkopimda untuk mengimbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya. Target kami, jumlah pemilihnya lebih banyak dari Pemilu sebelumnya," pungkasnya. (nen/TribunJatim.com).

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved