Pilpres 2019

Tujuh Pasien Gangguan Jiwa Bisa Coblos di RSJ Menur, Harus Penuhi Syarat Akalnya Baik & Tak Agresif

Tujuh Pasien Gangguan Jiwa Bisa Coblos di RSJ Menur, Harus Penuhi Syarat Akalnya Baik & Tak Agresif.

Tujuh Pasien Gangguan Jiwa Bisa Coblos di RSJ Menur, Harus Penuhi Syarat Akalnya Baik & Tak Agresif
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Seorang pasien RS Jiwa Menur tengah menyelupkan jari ke tinta biru. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak tujuh orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa Menur mendapat rekomendasi untuk memberikan hak suaranya pada Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019).

Mereka tampak bersiap mengikuti proses pemungutan suara Pilpres 2019.

Pemungutan suara Pilpres 2019 itu dilakukan di ruang utama RSJ Menur.

Gara-gara Putung Rokok yang Dibuang Pria Gangguan Jiwa, Gudang Balai Desa Kesamben Blitar Terbakar

Fakta dan Kronologi Pembunuhan Ayah Oleh Anak Kandung di Sidoarjo, Ternyata Punya Gangguan Jiwa

Polisi Ungkap Anak Pukul Ayah Kandung Pakai Barbel Hingga Tewas di Sidoarjo Punya Gangguan Jiwa

Pembunuh Ibu Kandung di Gresik Ternyata Punya Gangguan Jiwa, Langsung Dibawa ke Polsek Dukun

Tujuh Orang dengan Gangguan Jiwa itu merupakan seleksi dari sebanyak 200 pasien yang menjalani rawat inap di RS Jiwa Menur.

"Sudah diseleksi sesuai dengan arahan syarat administratif dari KPU bahwa harus terdaftar DPT.

Salah satu syarat terdaftar di DPT itu memiliki KTP," kata
Kepala Bidang Penunjang Medis dan Anggota Komite Etik dan Hukum RSJ Menur Dr Yulias Effendi Sp.Kj MH di RSJ Menur, Rabu (17/4/2019).

Dari sejumlah 200 pasien, pihaknya menyeleksi 65 pasien sesuai arahan Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Seleksi tersebut, disebutkan Yulias yaitu mengenai syarat kognitif, fungsi akal dan tidak agresif.

"Syaratnya bisa memadai untuk mencoblos itu, pertama fungsi kognitif, fungsi akalnya masih berjalan dengan baik. Yang kedua tidak agresif atau berbahaya bagi orang lain, yang ketiga bisa berperilaku sesuai norma-norma yang umum di masyarakat," paparnya.

Dari 65 pasien kembali diseleksi menjadi 34 pasien namun jelang pelaksanaannya berkurang lantaran syarat domisilisi harus KTP Surabaya dan harus mengisi formulir A5 untuk warga di luar Surabaya.

Sebanyak tujuh pasien dengan gangguan jiwa maupun napza akhirnya mendapat kesempatan untuk menggunakan hak suara Pilpres 2019.

"Yang disepakati tujuh pasien. Mereka yang memiliki kesempatan, yang memiliki peluang. Ada yang gangguan jiwa ada yang nafzah. Kalau nafzah fungsi kognitifnya kan masih bagus," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved