Jelang Ramadan, Harga Tiga Bahan Makanan Ini Melonjak Drastis di Lamongan, Rerata Naik Rp 11 Ribu
Jelang Ramadan, Harga Tiga Bahan Makanan Ini Melonjak Drastis di Lamongan, Rerata Naik Sampai Rp 11 Ribu.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sehari menjelang bulan Ramadan 1440 H, harga - harga sejumlah kebutuhan bahan makanan melonjak hingga mencapai 30 persen.
Kenaikan harga sejumlah bahan makanan tersebut seperti terjadi pada harga bawang.
Bawang merah yang sebelumnya hanya Rp 25 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 36 ribu per kilogram.
• Gegara Banyak Berlubang di Jalur Pantura, Jurnalis dari Lamongan Ini Terperosok dan Tertindih Motor
• Meski Sempat Buka C1 Plano, Rekapitulasi Suara KPU Lamongan Telah Tuntas dan Diapresiasi
• Gelar Razia Kamar Kos, Petugas Gabungan Lamongan Amankan Pasangan Bukan Suami Istri, Masih Mahasiswa
"Seperti teragenda, setiap menjelang Ramadan sampai awal Ramadan banyak yang naik, " kata Sutri, salah seorang pedagang di Pasar Sidoharjo, Lamongan, Sabtu (04/05/2019).
Selain bawang merah, bahan makanan lainnya yang mengalami kenaikan adalah bawang putih, dari harga Rp 45 ribu naik menjadi Rp 56 ribu per kilogram.
Harga telur juga mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 27 ribu per kilogram.
Khusus harga telur, menjadi keberuntungan bagi peternak ayam petelur, lantaran harga pakan tidak naik, sementara harga telur menggila.
Sementara beberapa bahan makanan yang naik, dimungkinkan karena pasokan berkurang akibat bencana alam banjir.
"Mungkin karena pasokan barang agak tersendat karena ada beberapa daerah yang kebanjiran," ungkap Sutri.
Para pedagang dan konsumen hanya bisa menerima kenyataan itu. Kenaikan kebutuhan bahan makanan itu terpantau berlaku di sejumlah pasar di Lamongan di antaranya, di Pasar Sidoharjo, Sukodadi, Babat, Sekaran dan Pasar Blimbing.
Namun kenaikan harga sejumlah kebutuhan bahan makanan ini dipastikan lantaran momen menjelang Ramadan.
Sebagian pedagang yang memiliki stok barang sebelum ada kenaikan menyambut gembira.
Namun bagi pedagang yang hanya memiliki stok barang minim atau barang kulakan mahal, tentu tidak disambut gembira kenaikan sekarang ini.
Para pedagang dan konsumen berharap pemerintah daerah bisa segera menstabilkan harga.
Kepala Dinas Perindag Lamongan, Muhammad Zamroni menanggapi kenaikan ini. Pihaknya merencanakan akan segera menggelar operasi pasar.
"Harapannya, akan menjadi penyeimbang untuk menstabilkan harga," kata Zamroni.