Pria Driyorejo Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan, Cekik Istri dan Tak Hiraukan Anak yang Melihatnya
Lutfi Dwi (33) Warga Driyorejo Gresik tampilkan adegan mengerikan di giat reka ulang pembunuhan istrinya sendiri, Fisa Wuri (32).
Penulis: Sugiyono | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Lutfi Dwi (33) tampilkan adegan mengerikan di giat reka ulang pembunuhan istrinya sendiri, Fisa Wuri (32) pada kasus Suami Cekik Istri di Driyorejo Gresik.
Bagaimana tidak, pada kesempatan itu Lutfi mencekik istrinya hingga tewas disaksikan dua anaknya yang masih kecil.
Aksi brutal itu terungkap saat rekontruksi aksi pembunuhan di rumah tersangka Perumahan Bukit Pesona, Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo.
Kegiatan rekontruksi dijaga ketat anggota Polres Gresik dan Polsek Driyorejo.
(Ketahuan Selingkuh, Pria Asal Gresik ini Nekat Cekik Istrinya Hingga Tewas di Depan Anaknya)
Selama rekontruksi terdapat 15 adegan yang diperagakan, mulai awal cek-cok sampai mencekik leher istri serta Lutfi mengamankan anaknya.
Tiga orang dijadikan sebagai pemeran pengganti. Dua anak kecil sebagai anak tersangka dan satu seorang perempuan sebagai korban.
Adegan pertama tersangka memarkir motor di dalam rumah. Kedua, kemudian tersangka melihat istri dan kedua anaknya tidur di dalam kamar.
Adegan ketiga, istri korban membangunkan tersangka di ruang tamu dan terjadi pertengkaran.
Keempat, istri masuk ke dalam kamar sambil marah-marah. Namun tersangka masih tiduran di ruang tamu.
Adegan kelima, tersangka bangun dan makan di meja dapur. Kemudian, didatangi oleh istrinya yang membawa gunting.
Kemudian, salah satu anaknya terbangun dan melihat pertengkaran itu.
Pada adegan keenam, korban masuk ke dalam kamar dan memotong-motong pakaian tersangka. Sedangka tersangka pergi ke teras rumah.
Pada adegan ketujuh, istri korban mandi dan masuk kembali ke kamar, tersangka ikut menghampiri untuk meminta maaf.
Permintaan maaf itu ditolak oleh istrinya sambil menendang tersangka pada bagian pinggang sampai jatuh ke lantai.
Kemudian pada adegan ke delapan, tersangka berdiri dan mendorong korban ke tempat tidur.
Selanjutnya, adegan ke sembilan, tersangka mencekik leher korban menggunakan tangan kanan.
Ke sepuluh, tersangka mencekik leher istrinya, kedua anaknya berusaha mencegah tapi tersangka tidak menghiraukan.
Sampai adegan sebelas, tersangka memastikan istrinya masih hidup atau sudah meninggal sambil memeriksa detak bagian jantung. Ternyata istrinya hanya pingsan.
Pada adegan dua belas, karena istrinya masih hidup, tersangka kembali menekan leher dengan kepalan tangan kanan. Sementara tangan sebelah kiri digunakan untuk menjepit hidung korban.
(Pria di Driyorejo Cekik Istri Hingga Tewas, Antar Anak-anaknya ke Saudara Sebelum ke Kantor Polisi)
Sampai adegen tiga belas, istri tersangka sudah meninggal dengan kondisi mulut mengeluarkan darah, detak jantung berhenti dan tubuhnya terasa dingin.
Adegan ke empat belas, tersangka bersama kedua anaknya di ruang tamu.
Kemudian pada adegan ke lima belas tersangka membonceng kedua anaknya kerumah saudara di Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Driyorejo Ipda Joko Suprianto mengatakan bahwa dari rekontruksi tersebut tidak ada perubahan dari keterangan tersangka.
"Hanya sebagian keterangan yang direvisi. Yaitu saat mencekik istrinya. Saat itu ternyata istrinya memakai pakaian daster," kata Joko.
Dalam rekonstruksi itu, penyidik Polsek Driyorejo menghadirkan Kasi Pidum Edrus dan Jaksa Febrian Dirgantara.
Selama rekontruksi tersebut, tersangka mengaku menyesal sudah membunuh istri sendiri. "Untuk menebus kesalahan itu, saya menyerahkan diri ke polisi," kata Lutfi.
Reporter: Surya/Sugiyono.
(Ketahuan Selingkuh, Pria Asal Gresik ini Nekat Cekik Istrinya Hingga Tewas di Depan Anaknya)