Stok Darah di UTD PMI Tuban Kian Menipis
Jumlah stok kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tuban kian menipis.
Penulis: M Sudarsono | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Jumlah stok kebutuhan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban kian menipis.
Salah satu faktor dikarenakan kebutuhan kantong darah selama bulan puasa cukup tinggi. Sehingga memasuki awal Juni ini, stok darah minim.
Kabid Pencari, Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Tuban, Agus Hardjunadi mengatakan, selama ramadan permintaan darah tinggi padahal yang donor berkurang dibandingkan hari biasa.
Kini setelah bulan suci dampaknya terasa, stok darah di kantor PMI berkurang atau menipis.
Meskipun selama ramadhan upaya antisipasi jemput bola terus dilakukan, termasuk mendatangi jamaah masjid maupun komunitas untuk mendonorkan darah
"Ya saat ini jumlah stok darah memang berkurang, secara persediaan menipis juga tentunya," Ujar Agus kepada wartawan, Senin (10/6/2019).
• Guru Diperintah Masuk Sekolah Tanggal 10 Juni Meski Murid Belum Masuk, Guru Pamekasan Kebingungan
• Tampil Tanpa Jilbab Saat Sidang Lanjutan, Vanessa Angel Malah Minta Doanya: Semoga Cepat Berhijab Ya
• Begini Penjelasan Jasa Marga Soal Mekanisme Tarif Gratis Tol Pandaan-Malang selama Lebaran
Dia menjelaskan, data terkahir di UTD PMI Tuban hingga saat ini stok darah untuk golongan O sebanyak 20 kantong, darah A 4 kantong, darah B 8 kantong dan darah AB sebanyak 2 kantong.
Sementara untuk permintaan darah rata-rata setiap hari bisa mencapai 30 kantong, paling banyak dibutuhkan golongan darah O.
"Rata-rata minimal 10 sampai 30 pendonor setiap hari. Bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darah disilahkan, karena memang kita selalu butuh stok darah," ujarnya kepada Tribunjatim.com.(nok/Tribunajatim)