Bupati Trenggalek Tanam Bambu di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sebut 'Ini Namanya Pohon Mas Ipin'
Bupati Trenggalek M Nur Arifin menanam sebuah pohon bambu di Hutan Kota Trenggalek, Senin (17/6/2019) sore.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek M Nur Arifin menanam sebuah pohon bambu di Hutan Kota Trenggalek, Senin (17/6/2019) sore.
Penanaman itu diikuti oleh belasan orang lain dengan jumlah bambu masing-masing satu bibit.
Bambu yang ditanam pria yang akrab disapa Mas Ipin itu berada di area bagian atas Hutan Kota Trenggalek. Bambu di tanam di dekat lahan yang miring agar membantu mengikat tanah.
"Ini namanya Bambu Mas Ipin. Di sini juga jalur joging saya. Saya janji untuk membawa air ke sini setiap kali joging. Saya sirami. Pokoknya ini harus hidup," kata dia, usai penanaman.
• Satpol PP Trenggalek Bongkar Paksa 6 Bangunan Sisa Bekas Pasar Pon, Ada Tenggat Tapi Tak Digubris
• Pemkab Trenggalek Akan Bangun 3 Jalur Baru untuk Pemula di Tebing Sepikul
Bambu dipilih karena Trenggalek merupakan daerah yang cukup rawan terhadap bencana. Ketika musim hujan, longsor dan banjir sering terjadi. Sementara saat musim kemarau, banyak area kesulitan air bersih.
"Itu artinya, kita gagal menyimpan air dan menjaga lapisan tanah dari longsor," ujarnya.
Dalam acara itu, hadir juga perwakilan Perum Perhutani dan aktivis pecinta lingkungan, serta aktivis penggiat bambu.
Penanaman "pohon Mas Ipin" merupakan langkah awal untuk merundingkan hutan-hutan di Trenggalek dengan bambu.
Nantinya, sebanyak 500 hektare lahan hutan di Trenggalek akan ditanami bambu. Penanaman akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal di mulai di musim penghujan akhir tahun ini.
• Mas Ipin Buka Kembali Sonjo Pendopo, Warga Trenggalek Bisa Beri Ide & Keluh Kesah Langsung ke Bupati
• Puluhan Balon Udara Terbang Aman di Trenggalek, Tanpa Sumbu Api dan Dikaitkan Tali
Hal tersebut disampaikan Wakil Adm Kepala Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan Kediri Selatan Andi Iswindarto.
"Itu kerja sama tiga pihak, yakni Perhutani, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), dan Pemkab," kata dia.
Lokasi hutan yang akan dijadikan tempat penanaman bambu terpencar-pencar. Antara lain di hutan di Kecamatan Bendungan, Trenggalek, dan Karangan.
Andi bilang, lokasi penanaman akan ditaroh di kanan-kiri jalan, serta area kritis. Yang ia maksud dengan area kritis, yakni tempat yang susah untuk ditanami jenis pohon lain.
"Kalau bambu, kan kita tahu, tanamnya bisa di mana saja," kata dia.
Hutan-hutan di lokasi yang telah disiapkan, ujar Andi, mengandalkan pengairan dari tanah hujan. Oleh karena itu, penanaman tahap awal baru akan dimulai ketika awal musim penghujan akhir tahun ini.
Harapannya ke depan, pohon-pohon bambu itu bisa memberi nilai ekologis secara meluas. Terutama untuk mengatasi persoalan longsor dan banjir di musim hujan, serta kekeringan di musim kemarau.
(aflahul abidin)