Ada 430 Mahasiswa STIE Perbanas Diwisuda, 232 Orang Predikat Cum Laude, Wisudawan Terbaik IPK 3,95
Ada 430 Mahasiswa STIE Perbanas Diwisuda, 232 Orang Predikat Cum Laude, Wisudawan Terbaik IPK 3,95.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gelaran wisuda STIE Perbanas hari ini Sabtu (22/6/2019) didominasi oleh para wisudawan berprestasi.
Wisuda untuk program Diploma III, Sarjana (S1), Magister Manajemen (MM) tersebut dilaksanakan di Vasa Hotel Surabaya Jalan Mayjen HR. Muhammad No. 31 Surabaya.
Wisuda periode pertama tahun 2019 ini dimulai pukul 08.30 WIB.
• Peduli Almamater STIE Perbanas Surabaya, Gabungan Alumni IKAPNAS Sumbangkan Dana Rp 86 Juta
• Ketua Yayasan Herman Halim Mendukung Penuh Pengajuan Perubahan Status STIE Perbanas Jadi Universitas
• Gelar Halal Bihalal, Ketua STIE Perbanas Sampaikan Harapan: Semoga Tahun Depan Jadi Universitas
Terdapat 430 calon mahasiswa yang diwisuda.
Terdiri dari 6 dari Program Studi (Prodi) Magister Manajemen, 164 dari Prodi Sarjana Akuntansi dan 212 dari Prodi Sarjana Manajemen.
Kemudian 42 dari Program Sarjana Ekonomi Syariah, 2 dari Program Diploma Akuntansi dan 4 dari Program Diploma 3 Perbankan dan Keuangan.
Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si. selaku Ketua STIE Perbanas Surabaya mengatakan, Rata-rata IPK lulusan Pascasarjana 3.77, Sarjana Manajemen 3.50, Sarjana Akuntansi 3.48, Sarjana Ekonomi Syariah 3.68, Diploma 3 Akuntansi 3.13, dan Diploma Perbankan & Keuangan 3.13.
"Secara umum persentase jumlah mahasiswa yang lulus dengan IPK di atas 3,00 sebesar 93.7% dan 232 orang memperoleh predikat Cum Laude, " ucapnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (22/6/2019) Siang
Beberapa wisudawan terbaik dari setiap prodi, yakni Agnes Apriani Diaz, (Prodi Magister Manajemen), Robih Salam Rahmatullah (Prodi S1 Akuntansi), Rachel Reyka Agapsta (Prodi S1 Manajemen), dan Tanza Dona Pertiwi (Prodi S1 Ekonomi Syariah).
Sedangkan peraih wisudawan terbaik semua prodinya Robih Salam Rahmatullah dengan perolehan IPK sebesar 3.95.
Keputusan wisudawan terbaik tersebut, lanjut Yudi, ditetapkan berdasarkan berbagai kriteria yang sudah diputuskan oleh kampus.
Di antaranya IPK tertinggi, Ujian skripsi/LKP lulus pada ujian utama (tanpa mengulang), tidak pernah melakukan pelanggaran akademik, berprestasi akademik maupun nonakademik, dan aktif berkegiatan organisasi mahasiswa.