Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Demo Mahasiswa di Grahadi Ricuh

Heri Penjual Air Minum Ikhlas Rugi Ratusan Ribu saat Demo karena Dagangan Raib, Bersyukur Selamat

Seorang penjual air minum rugi ratusan ribu saat berdagang di Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat (29/8/2025) siang.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
DEMO DI SURABAYA - Suasana demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi mencekam, Jumat (29/8/2025) dan saat Gedung Grahadi Surabaya dibakar massa, Sabtu (30/8/2025) malam. 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang penjual air minum rugi ratusan ribu saat berdagang di Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat (29/8/2025) siang.

Penjual air minum itu bernama Heri Siswanto (54) alias Ambon.

Heri ikut berjualan air di tengah ricuhnya demo pada hari ituu.

Namun, tiga kardus air minum dagangannya raib saat ia menyelamatkan diri dari gas air mata.

Bapak satu anak bertopi hitam itu, turut berlarian tatkala dentuman berdebum dari senapan senjata pelontar peluru gas air mata yang melayang dan jatuh di kerumunan massa di dekat lapak penyimpanan pasokan air mineral botolan.

Ia berusaha menghindari paparan gas air mata yang begitu cepat menyebar melayang-layang di udara tempat area massa aksi berkerumun seusai berlarian menghindari kepungan aparat kepolisian.

Seraya berlarian terbirit-birit, Heri juga berupaya menutupi hidung dan mulutnya menggunakan kain handuk berukuran kecil yang tersampir di tengkuknya.

Ia berlarian ke berbagai arah yang terbilang lega dan terhindar dari paparan gas air mata.

Terkadang ia berlarian mengikuti kerumunan massa aksi yang bergerak mundur ke jalanan belakang Taman Apsari.

Baca juga: Kondisi Terbaru Gedung Grahadi Surabaya usai Hangus Dibakar Massa, Jadi Tontonan Warga: Kecewa

Tak jarang, ia memilih berlarian menjauh dari kerumunan massa aksi agar tak melulu menjadi sasaran tembakan gas air mata.

Mungkin karena insting menyelamatkan diri yang dilakukannya barisan membuat Heri kehilangan pengawasan terhadap barang bawaan pasokan air mineral botolan yang sengaja dibiarkan teronggok di sisi barat area Taman Apsari. Sampai-sampai, saat dirinya kembali menghampiri area tersebut, tiga kardus berisi air mineral botolan yang tentunya masih tersegel rapat, raib. 

Entah siapa pelaku penjarahan barang dagangannya di area tersebut.

Heri mengaku pasrah dan memilih legawa dengan kejadian tersebut.

Ia secara sadar lebih memilih keselamatan dirinya, ketimbang harus berjibaku sekadar menyelamatkan barang dagangan yang tak ubahnya sekadar benda mati biasa.

Barang kali, Heri mengira, air mineral botolan barang dagangan miliknya itu, dipakai oleh orang-orang untuk membasuh muka karena perih terkena gas air mata.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved