Lagi-lagi Mangkir Sidang di PN Surabaya, Dimas Kanjeng Sakit Tanpa Keterangan

Penulis: Sudarma Adi
Editor: Yoni Iskandar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dimas Kanjeng saat dibawa ke mobil tahanan usai disidang di PN Surabaya, Rabu (1/8/2018).

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lagi-lagi terdakwa kasus penggandaan uang, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, tak hadir dalam lanjutan persidangan di PN Surabaya.

Dalam persidangan itu, Dimas Kanjeng hanya mengirim surat izin sakit tanpa keterangan.

Pada persidangan itu, Jaksa Penuntut Umun (JPU) M Nizar hanya memberitahu majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, bahwa Dimas Kanjeng tak bisa hadir dalam sidang ini.

“Kami tadi pagi menerima surat pemberitahuan dari Rutan Medaeng mengenai absennya Dimas Kanjeng,” jelasnya, Rabu (12/9/2018).

Bahas Soal Pembatalan Ceramah, Ustaz Abdul Somad Beberkan Kronologi hingga Tentang Intimidasi

Setelah menyerahkan surat pemberitahuan pada majelis hakim, hakim Anne Rusiana lalu meminta sidang ditunda pekan depan atau 19 September, untuk menghadirkan Dimas Kanjeng.

“Kami minta dihadirkan pekan depan,” tegasnya.

Sedangkan usai sidang, JPU Nizar tak bisa menjelaskan sakit yang diderita Dimas Kanjeng.

Dia hanya menerima surat pemberitahuan dari Rutan Medaeng, bahwa Dimas Kanjeng izin sakit selama tiga hari, terhitung Rabu (12/9) hingga Jumat (14/9).

“Tak disebutkan keterangannya sakit apa. Cuma disebut izin tiga hari,” urainya.

Yang pasti, sesuai agenda sidang, maka ini adalah kesempatan Dimas Kanjeng untuk mengajukan saksi a de charge (meringankan) dan janjinya menunjukkan kemampuan penggandaan uang, soto dan rawon.

“Itu kesempatan dari terdakwa atau penasehat hukumnya untuk mengajukan saksi meringankan. Kalau dari JPU, semua saksi sudah kami ajukan,” paparnya.

Ini Janji Sandiaga Uno Jika Terpilih Saat Ngopi Bareng di Kota Malang

Dari persidangan terungkap, jika Vijay yang bertugas mencarikan mahaguru untuk Dimas Kanjeng saat di Jakarta. Dia menyuruh seorang tukang ojek untuk mencarikan tujuh pria tua berjenggot yang bersedia berpura-pura sebagai mahaguru. Vijay lalu dipertemukan dengan tujuh pria berjenggot.

Ketujuh orang ini lalu diajak ke Probolinggo. Vijay mendandani mereka dengan jubah, surban, tasbih dan atribut lain seolah menyerupai tokoh spiritual. Tujuannya, untuk meyakinkan pengikut Dimas bahwa gurunya itu tokoh spiritual.

Dengan begitu, diharapkan para pengikutnya percaya kalau terdakwa bisa menggandakan uang, sehingga mereka menyerahkan uang dalam jumlah besar.

Pemulung ini Menemukan Bayi Cantik di Perumahan Pondok Mutiara Sidoarjo

Dari keterangan Vijay, dia bertugas mencarikan mahaguru yang sebenarnya berlatar belakang tukang bangunan sampai gelandangan itu dengan imbalan Rp 80 juta dari terdakwa.

Uang itu dipakai untuk transportasi Rp 50 juta, setiap mahaguru dapat Rp 3 juta, dan Rp 9 juta digunakan untuk keperluan pribadi Vijay. Sda

Berita Terkini