Akibat Gaya Hidup, Lebih 50.000 Warga Sidoarjo Terjangkit Penyakit Tidak Menular

Beberapa tahun terakhir, tingkat risiko penderita penyakit berubah dari penyakit menular (PM) menjadi ke penyakit tidak menular (PTM).

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Mujib Anwar
Tribun Jatim/Irwan Syairwan
Kepala Cabang BPJS Sidoarjo dr Dwi Hesti Yuniarti dan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sidoarjo dr Stephanus Idong Djuanda, sedang menunjukan aplikasi BPJS mobile screening, Rabu (1/2/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Penderita penyakit di Sidoarjo mengalami perubahan tren.

Beberapa tahun belakangan, tingkat risiko penderita penyakit berubah dari penyakit menular (PM) menjadi ke penyakit tidak menular (PTM).

Ini terbukti, dengan adanya lebih 50.000 warga Sidoarjo terjangkit PTM akibat gaya hidup yang dijalani.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Stephanus Idong Djuanda, mengatakan risiko tinggi kematian penderita penyakit di Kota Delta lebih banyak dari PTM.

"Trennya mulai bergeser sejak tiga sampai empat tahun belakangan ini," ujarnya, Rabu (1/2/2017), di sela-sela acara launching Aplikasi Mobile Screening (MS) Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Sidoarjo.

Yang termasuk PTM adalah diabetes melitus (DM), jantung, stroke, gagal ginjal, dan lainnya.

Menurut Idong, tahun 2016 lalu, setidaknya lebih dari 50.000 warga Sidoarjo yang menderita PTM, dan saat ini kondisinya terus mengalami peningkatan yang agak mengkhawatirkan.

"Faktor gaya hidup, menjadi penyebab utama semakin tingginya PTM ini," bebernya.

Umumnya, para penderita PTM tersebut terlambat diagnosa.

Dijelaskan, para penderita banyak yang mulai berobat ketika penyakitnya sudah masuk stadium tinggi sehingga hampir tak mungkin lagi bisa disembuhkan.

"Bahkan kami sampai membuat Divisi PTM untuk menekan kenaikannya," imbuhnya.

Divisi PTM ini melakukan pendataan, sekaligus sosialisasi ke warga untuk menjalani pola hidup sehat.
"Sampai ke tingkat puskesmas kami sosialisasikan," ujarnya.

Kepala Cabang BPJS Sidoarjo, dr Dwi Hesti Yuniarti, menambahkan risiko kematian dari PTM bisa dicegah selama warga mengetahui kondisi kesehatannya.

Untuk itu, secara nasional, BPJS meluncurkan aplikasi MS yang berbasis Android agar warga peserta asuransi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa mengetahui kondisi kesehatannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved