Puluhan Rumah di Bantaran Sungai Brantas Kediri Digusur, Warga Pasrah

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Satpol PP Kota Kediri bersama Jasa Tirta melakukan pembongkaran bangunan rumah ilegal yang berada di Bantaran Sungai Brantas

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
surya/Didik Mashudi
Sebagian rumah warga yang masuk Bantaran Sungai Brantas di Kelurahan Semampir, Kota Kediri dirobohkan petugas, Kamis (2/2/2017). 

Laporan wartawan Surya, Didik mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Satpol PP Kota Kediri bersama Jasa Tirta melakukan pembongkaran bangunan rumah ilegal yang berada di Bantaran Sungai Brantas.

Sasaran yang dibongkar tahap awal ini berada di Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Kamis (2/2/2017).

Petugas telah merobohkan belasan unit bangunan ilegal yang dibangun di tanah bantaran sungai. Termasuk sebagian bangunan dapur yang berada di bantaran telah dirobohkan.

Pembongkaran rumah ini sempat mengejutkan warga penghuninya. Karena sebelumnya mereka mengaku belum diberitahu tanggal pembongkaran.

"Dulu memang sudah pernah dapat surat untuk membongkar. Tapi tidak disebutkan batas waktunya sampai kapan. Makanya warga minta penangguhan untuk dibongkar sendiri," ungkap Ari Susanto (40) salah seorang penghuniKepada TribunJatim.com , Kamis (2/2/2017).

Masalahnya warga mengaku tidak siap untuk melakukan pembongkaran. Meski diminta untuk penangguhan, namun petugas tetap melakukan pembongkaran dengan mengerahkan alat berat ezkavator.

Namun tidak seluruh bangunan rumah yang dibongkar total. Tim pembongkaran hanya merobohkan bagian dapur saja. Hanya rumah yang sudah benar-benar dikosongkan penghuninya yang dirobohkan dengan alat berat.

Total di Kelurahan Semampir saja ada puluhan bangunan rumah tembok dan semi permanen yang rencananya dibongkar total. Rumah - rumah ini masuk areal bantaran sungai.

Warga sendiri meminta tenggang waktu minimal setahun untuk membongkar dan mencari tempat tinggal di lokasi baru.

"Dari hitungan kami ada sekitar 70 rumah yang masuk bantaran sungai," ungkapnya.

Warga lainnya berharap Pemkot Kediri membantu warga mendapatkan tempat tinggal setelah digusur dari lahan bantaran sungai.

"Kebanyakan warga tidak siap kalau sekarang digusur," tambah Ny Eni.

Malahan saat petugas menggusur juga tidak sempat memutus sambungan selang pipa air dari mesin pompa. Akibatnya aliran air terus mengucur tanpa terkendali.

Sementara penggusuran kali ini berlangsung lancar tidak sampai ada perlawanan. Namun untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, alat berat dikawal belasan personel Satpol PP dan petugas Jasa Tirta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved