Bambu Runcing Asli Peninggalan Tentara Surabaya Lawan Inggris di Museum Sepuluh November
Di Museum Sepuluh November Surabaya terdapat alat tradisional bambu runcing yang dulu digunakan untuk bertempur melawan penjajah
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bambu runcing merupakan senjata tradisional rakyat Indonesia melawan penjajah.
Dengan senjata sederhana itu Indonesia dapat memenangkan beberapa pertempuran.
Di Surabaya sendiri, terdapat bambu runcing yang dulu pernah digunakan untuk melawan penjajah.
Senjata tersebut berada di Museum Sepuluh November Surabaya, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur.
Di sana terdapat bentuk asli bambu runcing yang dulu digunakan saat melawan tentara Inggris.
Senjata itu hasil hibah dari seorang pelaku pertempuran sejarah di Surabaya.
"Bambu runcung ini asli hasil hibah dari seorang pejuang bernama Bapak Sadji," jelas Yonatan Setiawan, Guide Museum Museum Sepuluh November Surabaya, Sabtu (18/02/2017).
Bambu ini terpajang dalam sebuah etalase berbentuk piramida.
Bentuk bambu runcing ini memiliki panjang 1 meter dengan lilitan tali berwarna merah pada bagian bawah bambu.
Pada ujung bambu berbentuk runcing ini, diberikan sedikit pemanis berupa warna merah yang seakan menggambarkan darah, namun dengan cat.
Awalnya, bambu ini memiliki panjang dua meter, namun di belah menjadi dua bagian karena teman seperjuangan dari pemilik bambu memerlukannya untuk perang.
Menurut deskripsi, senjata ini sudah digunakan oleh pemilik sebelumnya yakni Sadji saat berumur 15 tahun.
Benda bersejarah ini sudah dipamerkan oleh Museum Sepuluh November sejak Awal tahun 2016 lalu.
Selain bambu, dalam satu etalase terdalat 4 senjata revolver dengan berbagai jenis revolver, seperti budog m41, buldog m91, revolver webley dan mark IV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/museum-sepuluh-november-surabaya_20170218_164712.jpg)