Kota Mojokerto Dikepung Banjir, Enam Sekolah Lakukan Ini
Hujan deras yang mengguyur Kota Mojokerto Senin (20/2/2017) malam, membuat sejumlah wilayah terendam banjir.
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan Surya, Rorry Nurwawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hujan deras yang mengguyur Kota Mojokerto Senin (20/2/2017) malam, membuat sejumlah wilayah terendam banjir.
Banjir berdampak pada aktivitas belajar mengajar. Sebanyak enam sekolah terpaksa diliburkan, Selasa (21/2/2017).
Dari data Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, enam sekolah yang terpaksa diliburkan meliputi empat SDN dan dua SMP.
Di antaranya, SDN Gunung Gedangan I, SDN Kedundung III, SDN Meri I dan SDN Meri II di Kecamatan Kranggan.
Sementara untuk SMP ada di SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 5 ada di Kecamatan Magersari.
"Dari laporan yang kami dapat dari pihak kepala sekolah, ada enam sekolah yang terendam banjir. Jadi pihak sekolah terpaksa meliburkannya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Novi Raharjo, Selasa (21/2/2017).
Banjir yang merendam enam sekolah ini lanjut Novi Raharjo, merupakan luapan dari Kali Sadar serta imbas dampak banjir dari wilayah selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto yang terpaksa ditutup warga.
Penutupan jalan dilakukan supaya air tidak tidak masuk ke pemukiman semakin tinggi.
"Kalau SMP 5 karena ada penutupan jalan karena banjir tinggi di sisi wilayah selatan yang berbatasan langsung, untuk di empat SD karena dampak dari luapan air sungai yang debit volume airnya semakin tinggi," jelasnya.
Sementara ini kata Novi Raharjo, banjir tinggi yang masuk kemukiman warga hingga ke sekolah dan persawahan baru di wilayah tersebut.
Sedangkan untuk kawasan Wates banjir memang telah masuk di pemukiman namun, hingga saat ini masih belum ada pemberitahuan terkait sekolah yang terdampak banjir hingga menghentikan aktivitas belajar mengajar.
"Kami sudah menyampaikan kepada para kepala sekolah untuk segera mengambil tindakan jika sekolah mereka terendam banjir. Tapi sejauh ini, baru enam sekolah yang melaporkan. Meskipun libur, guru-guru saat ini sedang mengamankan barang-barang berharga supaya tidak basah dan rusak," terang Novi Raharjo.
Walaupun aktivitas belajar sejak dua hari ini terpaksa dilakukan di rumah masing-masing, Novi Raharjo memastikan persiapan Ujian Nasional tidak akan terganggu.
Ini karena saat ini pihak sekolah masih melakukan proses persiapan try out pembuatan kisi-kisi.
"Jika masih turun hujan, kami harus melakukan upaya lain, seperti menggelar simulasi jika banjir masih merendam sekolah. Supaya siswa masih bisa melakukan aktivitas belajar mengajar atau memberikan tugas di rumah," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sekolah-banjir_20170221_105422.jpg)