Banjir di Pasar Besar Kota Malang Sudah Terjadi 10 Tahun Terakhir
Banjir yang selalu terjadi di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur sudah terjadi selama10 tahun terakhir ini. Hal itu dikatakan Muhammad Salis Hanafi (
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan Surya, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Banjir yang selalu terjadi di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur sudah terjadi selama10 tahun terakhir ini. Hal itu dikatakan Muhammad Salis Hanafi (30) yang sudah 20 tahun menempati Pasar Besar.
Salis menceritakan, dulu tidak pernah terjadi banjir seperti saat ini. Namun banjir mulai masuk seiring sampah di dalam got yang mulai menumpuk.
Kondisi itu bertahan selama 10 tahun. Ia juga menambahkan, selepas kebakarab Pasar Besar beberapa waktu lalu, petugas jarang melakukan bersih-bersih pasar.
"Udah gak pernah lagi," timpalnya, Rabu (22/2/2017).
Sementara itu, Saiful Handoko (42) pedagang lainnya mengaku sudah berulang kali melapor ke Kepala Pasar soal banjir yang dialami. Namun tidak pernah ada tindakan nyata sehingga banjir tetap terjadi.
"Mulai dari kepala pasarnya pak Wahyu sampai yang sekarang. Tapi ya gitu," keluhnya.
Saiful berharap petugas pasar memperhatikan banjir yang kerap terjadi. Pasalnya, banjir membuat pembeli enggan masuk ke pasar.
Dari keterangan Saiful, got di depan pasar sedalam tiga meter telah penuh oleh sampah. Sampah yang menumpuk itu hanya menyisakan ruang sekitar setengah meter.
"Sampah-sampah dari para PKL banyak tertimbun di sana," ujarnya.
Banjir di Pasar Besar selalu terjadi selepas hujan deras. Jika hujan tak kunjung reda, genangan air bisa sampai 70 cm. Genangan itu masuk ke dalam pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-malang-banjir-pasar-besar-malang_20170222_165058.jpg)