Trauma Center di RS Gatoel, Untuk Korban Kecelakaan Kerja dan Lalu Lintas

Bila umumnya korban kecelakaan kerap meninggalkan trauma dan rasa takut berkepanjangan, kini, korban tak perlu trauma lagi. Pasalnya pihak RS Gatoel

Tayang:
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/ Rorry Nurmawati
Suasana asri di RS Gatoel yang dipenuhi tanaman. Selain asri, rumah sakit ini dilengkapi program trauma center untuk korban kecelakaan kerja maupun lalu lintas, Jumat (17/2). 

Laporan Wartawan, Rorry Nurmawati

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Bila umumnya korban kecelakaan kerap meninggalkan trauma dan rasa takut berkepanjangan, kini, korban tak perlu trauma lagi. Pasalnya pihak RS Gatoel di Kota Mojokerto, Jawa Timur menyediakan program trauma center.

Program itu sengaja ditujukan bagi korban kecelakaan lalu lintas maupun kerja. Di sini, para dokter akan mendampingi para korban hingga masa penyembuhan.

Harapannya, korban itu bisa mendapatkan pertolongan secara cepat dan tepat. Program ini terintegrasi antara sistem lainnya. Yakni, antara dokter bedah, dokter anestesi, hingga dokter psikolog saling terhubung.

"Ini merupakan sistem yang kami pakai supaya semua saling terhubung. Mulai dari pasien dibawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat), kemudian apa yang menjadi kebutuhan pasien bisa langsung cepat teratasi dan tertangani," kata Dr Anggraina Puspitasari, Kepala Divisi Penunjang Medis RS Gatoel kepada TribunJatim.com belum lama ini.

Setelah pasien tertangani dengan baik, pengobatan tidak terhenti sampai disana. Melainkan akan ada pendampingan hingga masa penyembuhan. Pendampingan ini berbeda dengan konsultasi psikologi. Karena dokter yang menangani pun juga berbeda, dan diambil sengaja untuk proses pendampingan.

Baca: Wow, 95 Buruh Jatim Alami Kecelakaan Kerja saat Operasikan Mesin di Pabrik

"Kami ada sendiri-sendiri dokter yang menanganinya. Konsultasi psikologi ada sendiri berbeda dengan trauma center. Pendampingan secara psikis kami kerjasama dengan dokter psikologis. Dan itu berbeda dengan psikiater yang menangani kejiwaan," jelasnya.

Masih kata Anggraina, dokter bedah yang berjaga pun juga terbilang cukup banyak. Masing-masing spesialis siap 24 jam. Mulai dari dokter umum, dokter tulang, dokter kandungan, dokter saraf, dan dokter ortopedi.

"Kebetulan kami ada empat ruang operasi disini, sehingga bila ada operasi secara berbarengan, dokternya juga siap ruangan pun juga siap. Harapannya suapay masyarakat tidak perlu lagi mengantre lama bila akan melakukan operasi," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved