Disekitar Bekas Lokalisasi Terkenal ini Sekarang Disulap Jadi Wisata Pantai Syariah
Di bekas Lokalisasi Pakem yang resmi ditutup sejak 2013 lalu itu kini disulap menjadi tempat wisata pantai syariah sebagai destinasi baru pariwisata.
Penulis: Haorrahman | Editor: Mujib Anwar
Laporan Wartawan Surya, Haorrahman
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi Kota, Banyuwangi, dulu dikenal sebagai salah satu tempat lokalisasi terkenal di ujung timur pulau Jawa.
Di tempat ini dulu terkenal Lokalisasi Pakem. Namun telah resmi ditutup sejak 2013 lalu. Kini, di dekat bekas lokalisasi, dibangun wisata syariah, Pantai Pulau Santen.
"Dulu image di daerah ini terkenal sebagai tempat lokalisasi," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kamis (2/3/2017).
Pulau Santen lokasinya strategis, karena terletak di kota Banyuwangi. Pulau Santen selama ini tidak terkelola dengan baik dan terlihat kotor.
Menurut Anas, secara bertahap Pemkab menata dan kini terlihat bersih. Bangunan-bangunan liar yang dulu banyak berdiri di pulau ini dipindah, semikian juga dengan jembatan menuju Pulau Santen dicat merah muda.
Didirikan musala yang terbuat dari bambu, dan ditanami tanaman-tanaman. Di bibir pantai dipasang payung-payung pantai, untuk tempat berteduh.
Akhirnya, Kamis hari ini Pulau Santen secara resmi dilaunching untuk wisata syariah. Anas mengatakan, langkah ini untuk mensegmentasi wisata.
"Selain itu untuk memanjakan wanita," jelasnya.
Anas mengatakan, wisata syariah yang masuk dalam halal tourism kini berkembang di berbagai negara. Bahkan, Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim justru bisa dibilang tertinggal dalam mengembangkan halal tourism.
"Finlndia, Australia, Kanada, Inggris, Perancis dan negara-negara wisata lainnya mengembangkan halal tourism," imbuhnya.
Menurut Anas, Syariah Beach Banyuwangi ini secara bertahap terus dikembangkan. Saat ini, belum mendapat anggaraan dari APBD. Namun secara gotong royong, berbagai pihak dari kecamatan, SKPD, Kodim, CSR Bank Jatim, dan pihak lainnya untuk menata Pulau Santen.
Seluruh SKPD untuk bersinergi dan kerja keras menata kawasan Pulau Santen. Diantaranya, menyiapkan fasilitas pendukung dengan target Pulau Santen.
Penataan pengelolaan Pulau Santen memang dipercepat. Ini karena Anas ingin membangun budaya masyarakat terlebih dahulu.
"Kami ingin menata budaya masyarakatnya dulu. Karena membangun fisik itu mudah. Yang penting masyarakat disiapkan terlebih dahulu," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pantai-pulau-santen-banyuwangi_20170302_111509.jpg)