Insiden Crane di Mekkah, Keluarga Korban Ikhlas Tak Terima Santunan dari Raja Salman
Terkait kecelakaan crane di Mekkah tahun 2015 lalu, keluarga dari korban tewas mengaku ikhlas bila kerajaan Arab Saudi tidak memberikan santunan.
TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Terkait kecelakaan crane di Mekkah tahun 2015 lalu, keluarga dari korban tewas mengaku sudah ikhlas apabila pihak kerajaan Arab Saudi tidak memberikan uang santunan senilai Rp 3,8 miliar dan menggratiskan ongkos naik haji.
Pasalnya, hingga kini tidak ada kejelasan apapun terkait bantuan tersebut.
Keluarga Ferry Mualidin (36) salah satunya. Ferry adalah satu dari delapan jemaah haji asal Jawa Barat yang tewas akibat tertimpa crane di Mekkah, Arab Saudi pada Jumat (11/9/2015) silam.
Ibu kandung Ferry, Zaenab membenarkan hingga satu tahun lebih berlalu janji dari Pemerintah Arab Saudi itu belum juga diterima oleh pihak keluarga bahkan hingga saat ini.
"Sampai saat ini, kami belum mendapat uang yang dijanjikan itu," ucapnya saat ditemui di kediaman Ferry di Jalan Kahuripan, Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Padahal atas peristiwa itu, Pemerintah Arab Saudi menyatakan bakal memberikan uang santunan bagi keluarga korban sebesar 1 juta riyal atau 3,8 miliar, sementara untuk cacat fisik tetap sebesar 500.000 riyal atau Rp 1,9 miliar.
Selain itu, pihak keluarga juga dijanjikan menunaikan ibadah haji sebanyak dua orang. Namun itu semua belum ada kejelasan dari pihak terkait.
Ibunda Ferry juga mengaku pada tahun 2016 lalu, ia dan keluarga sempat mendatangi kantor Asrama Haji Embarkasih Jakarta-Bekasi menanyakan bantuan.
Hal itu belum berbuah hasil karena pihak penyelenggara haji belum mendapat informasi resmi dari pemerintah pusat dan Arab Saudi.
Lebih lanjut, seorang kerabat dari Ferry menuturkan berbarengan dengan kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia pihaknya tidak ingin terkesan aji mumpung.
"Kami hanya ingin kejelasan soal janji itu. Kalau memang itu janji resmi dari pemerintah Arab Saudi, kapan realisasi," ucapnya.
Pria berkaca mata ini juga mengaku apabila benar nanti janji itu terealisasi, uangnya akan digunakan untuk kehidupan istri dan anak dari almarhum.
Termasuk mengenai janji ibadah haji untuk dua orang, nantinya jatah tersebut akan digunakan untuk istri dan anak almarhum berziarah ke makam Ferry.
"Kalau memang itu benar, akan digunakan untuk ziarah ke makam. Terutama istri dan anaknya, yang ingin sekali ziarah ke sana. Kalaupun janji itu tidak ada, kami iklas. Kami menyerahkan sepenuhnya ke Kementerian Agama," ujarnya.
Sedang Didata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/raja-salman-dan-puan-maharani_20170302_124711.jpg)