Gus Ipul Akan Koordinasi dengan PLN dan Telkom Untuk Kelancaran UNBK
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) memberikan dampak berkurangnya biaya akibat tidak digunakannya soal ujian berbasis kertas.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan Surya, Sulfi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) memberikan dampak berkurangnya biaya akibat tidak digunakannya soal ujian berbasis kertas.
Karena menggunkan komputer, sekolah selalu bersiaga dengan pengadaan genset baik menyewa atau milik pribadi.
Biaya pengadaan dan operasional genset tentunya bisa mencapai jutaan perhari dan ditanggung sekolah.
Untuk itu, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf mengatakan, tahun ini Jawa Timur telah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom. Sehingga saat pelaksanaan UNBK, baik tingkat SMP ataupun SMA tidak akan dilakukan pemadaman.
“Genset tahun lalu banyak yang tidak dipakai. Tahun ini kami menjaminkan diri ke PLN, kami serahkan pada PLN,” kata Saifullah Yusuf usai pengarahan Proktor UNBK se-Jatim, Rabu malam (8/3/2017).
Baca: Ujian Nasional Berbasis Komputer, Bawean dan Sumenep Tidak Punya Jaringan Internet Memadai
Terkait dengan kekhawatiran kondisi cuaca, Gus Ipul sapaan akrabnya mengungkapkan masih ada jadwal susulan. Sayangnya, untuk persiapan UNBK seperti try out atau simulasi UNBK menurutnya sekolah harus berkoordinasi secara mandiri.
“Yang pasti saat hari H, kalau psekarang ada ujian sekolah yang terganggu ya karena kegiatan sekolah sendiri. Simulasi akan kami usahakan pelan-pelan koordinasi dengan PLN,”tegas Gus Ipul.
UNBK, menurut Saifullah Yusuf, menjadi wahana positif dalam pemanfaatan internet. Untuk itu, berbagai pihak diajak ikut berperan dengan bebagai resiko yang ada. Listrik, jaringan internet dan perangkat penunjang dalam UNBK menurutnya sangat penting. Seperti proktor sebagai penunjang jalannya pelaksanaan teknis di lapangan.
“Proktor dan teknisi ini sangat berperan. Pasti ada solusi dari setiap masalah,tiap sisea soalnya juga pasti beda,” lanjut Gus Ipul.
Selanjutnya tanggal 16 Maret akan dilaksanakan apel bersama dengan semua pihak yang terlibat dengan UNBK.
Ia meyakini semua masalah selama UNBK akan tertangani karena persiapan yang sudah matang.
“Kami berterima kasih pada Kemendikbud sudah memberikan kepercayaan 100 persen menggunakan komputer di Jatim. Hanya saja memang ada 12 SMA di kepulauan yang masih belum bisa mengikuti UNBK,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-gus-ipul_20170309_130323.jpg)