Polytron Hadirkan Solusi Nyata UMKM, Dari Data Riset hingga Ekosistem Bisnis

Polytron berkolaborasi dengan Populix Handbook membongkar 5 mitos besar UMKM yang selama ini menghambat pertumbuhan bisnis

Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Samsul Arifin
LUNCURKAN RISET - Gelar Pelatihan UMKM di Surabaya, Polytron dan Populix meluncurkan riset “Handbook UMKM”: Bongkar Mitos Bisnis Kuliner dan Redefinisi Cara Tepat "Naik Kelas" Lewat 4 Langkah Strategis, Kamis, (9/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • 80 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perintis yang didominasi Gen Z dan milenial.
  • Handbook membongkar 5 mitos besar UMKM yang selama ini menghambat pertumbuhan bisnis.
  • Polytron menghadirkan ekosistem solusi lengkap mulai dari perangkat usaha hingga edukasi dan promosi.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polytron berkolaborasi dengan Populix meluncurkan “UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level” di Surabaya, sebagai upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pendekatan berbasis data serta solusi konkret untuk pengembangan bisnis.

Mayoritas UMKM adalah Perintis

Data riset dalam handbook mengungkap bahwa 80 persen pelaku UMKM merupakan kaum perintis. Sebanyak 57 persen termotivasi untuk mandiri, sementara 46 persen melihat peluang pasar yang menjanjikan.

Menariknya, pelaku usaha didominasi generasi muda, yakni Gen Z dan milenial sebesar 65 persen. Dari sisi pendanaan, 63 persen masih mengandalkan tabungan pribadi dan 46 persen menggunakan keuntungan usaha sebagai modal bertahap.

Baca juga: Ramaikan Pasar Otomotif, Mobil Listrik Polytron Cetak Penjualan Kompetitif

5 Mitos UMKM yang Dipatahkan

Melalui riset lapangan, Polytron dan Populix mengungkap sejumlah kesalahpahaman yang umum terjadi di kalangan pelaku UMKM:

  • Harus punya banyak cabang → Faktanya, 25 persen UMKM justru kesulitan karena sistem dan SOP belum matang.
  • Pinjaman sulit didapat → Masalah utamanya adalah literasi keuangan dan administrasi.
  • Harga harus mahal untuk untung → Tantangan utama ada pada efisiensi dan manajemen SDM.
  • Omzet besar berarti aman → Banyak usaha terjebak biaya tersembunyi (hidden cost).
  • Harus pakai alat mahal → Kunci utamanya adalah memilih alat yang tepat guna, bukan sekadar murah atau mahal.
  • Definisi Baru “Naik Level” UMKM

Berdasarkan temuan tersebut, konsep “naik level” dirumuskan dalam empat pilar utama:

  • Konsep: membangun identitas dan pengalaman pelanggan
  • Sistem: beralih ke digitalisasi operasional
  • Aset: investasi jangka panjang yang tepat
  • Ekspansi: memperluas usaha secara terukur

Peran Branding dan Identitas

Praktisi bisnis, Radityo Suryo Hartanto, menekankan pentingnya identitas usaha di tengah persaingan.

Menurutnya, produk yang bagus saja tidak cukup tanpa diferensiasi yang jelas. Ia juga menyoroti pentingnya kemasan sebagai “silent sales” yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sementara itu, Jessica Hartono membagikan pengalaman membangun bisnis dari rumah hingga menjadi brand oleh-oleh populer.

“Produk bisa ditiru, tapi rasa percaya (brand) tidak bisa digantikan,” tegas Jessica.

Solusi Ekosistem dari Polytron

Melalui program “UMKM Naik Level”, Polytron menghadirkan berbagai solusi konkret bagi pelaku usaha, di antaranya:

  • Penyediaan perangkat usaha seperti freezer dan showcase
  • Program diskon khusus untuk pelaku UMKM
  • Kelas edukasi gratis bersama praktisi
  • Dukungan promosi dari food vlogger nasional
  • Kesempatan ekspansi melalui event berskala besar

Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat branding, hingga memperluas pasar.

Melalui kolaborasi ini, Polytron berharap pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis berbasis data, menghindari kesalahan umum, serta membangun usaha yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di pasar.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved